Showing posts with label Tuhan Nan Jelita. Show all posts
Showing posts with label Tuhan Nan Jelita. Show all posts

Friday, 5 July 2013

sayap agung imam

tangan membentang sayap agung imam
timur menatah awal kehidupan,
mentari samudera candil makna keabadian
jingga memuja detak jantung akhir kehidupan
desau angin kasih bersemilir menetak malang,

merenda altar imamat memandang makna
sebutan tangan raja berjubah tahta keagungan
meniti jalan memutih cemaran sakramen
memberkati kudus digenggaman jari-jemari
lonceng berdentang diatas cahaya lilin
menghujam jantung tersalibkan mimpi
engkau Tuhan Nan Jelita bermakna



***



sepanjang Masa **

: Tuhan Nan Jelita

cadikmu membahana kata seekor anak katak melenggang sendirian,
membelah gelombang menatah terowongan kelam,
menjelma sungai mengkeruh, mengalir lautan tenggelam,
menggelegar lekukan tubuhmu membahana bertahta para purbamu,
gelombangmu membahana diujung kata melempar makna,
“Lautan, pegunungan, menjelma Pantai pelabuhan,
menitah sebutir perahu pertarungan menetak badai,
ombak memuja desah terpanggang malam.”


terpanggang:
2011


***

.

Wednesday, 22 May 2013

parasmu kian menikam relung jiwa

parasmu kian menikam
relung jiwa terdalam
**lintasan rembulan melingkari 
pertapaan sang membinar** 
hujan kerinduan melempar tetesan
kian menggenapkan cinta
berbalut kasih kesejatian semesta **
sepanjang kembara melintasi senja
menuai kelam malam
bersetubuh dinihari
menulis diatas altar suci
bertahta mimpi pertemuan
delapan penjuru mata angin 
@mercusuar25


.

Monday, 20 May 2013

@mercusuar16 # mercusuar23


sebilah sembilu tersayat langit biru sang kekasihku -
dua sayatan menjadi satu tergenggam jemarimu
@mercusuar16

dua warna bersatu kelabu
bentangan hitam beriana memutihkan
@mercusuar17

malam kian merangkak memeluk kaki semesta -
sebaris perjanjian menoreh kitab purba diatas kembara -
jemarimu menulis punggung
melempar kenikmatan dua kelambu sutera -
parasmu meredup menetak sang membinar
tersesap satu kerlipan menara usang
@mercusuar18

secarik kain bercorak keris menatah
langit membalut hamparan membumi -
tetesan hujan membasuh danau
matahari berpelikat pasi diufuktimur -
genderang langkah berkebaya
satu persatu membiting lantunan gamelan
@mercusuar19

Langit titisan kuasa membumi -
membumi titisan kuasa Langit
@mercusuar20

menggubah makna kembara
seutas tali diujung kata kitabmu
menelan rasa sajak diLidah
@mercusuar21

lengkungan cadikmu
memerah delima sang membinar -
seutas kematian tersulam dialtar danau mata _
sayatan langit terbelah
menuai senja bertahta jingga _
seteguk racun tertawar dicawan kasih
terbalut madu nan memabukkan _
@mercusuar22

sebait kitab purba tertulis diatas daun ketumbar
meramu periuk kehidupan _
lengkungan tubuhmu memutih
bersetubuh dua lembar daun ketumbar _
@mercusuar23

























seutas kematian tersulam dialtar:
lengkungan cadikmu memerah delima sang membinar -
seutas kematian tersulam dialtar danau mata _
sayatan langit terbelah menuai senja bertahta jingga _
seteguk racun tertawar dicawan kasih terbalut madu nan memabukkan _
: D'KING PLAYLAND CAFE, 20-05-13-18:18-
@trumbukarang, dalam makna -



.







Thursday, 16 May 2013

@mercusuar8 # mercusuar15


sepanjang dua sulurmu menetes aroma lautan
menepi pantai mendaki pegunungan -
sejengkal dibawah pusaran arus
menikam palung berkhotbah kitabmu
menelan rasa sajak diLidah -
meliuk tubuh berkebaya bersulam
paras membinar ditempa cahaya tiada terbatas
bersinggasana menara usang
@mercusuar8

perlahan satu cumbuan
melipat setiap ujung kain sutera
bermahkota acnamu membinar -
kereta perjanjian melaju meniti
dua garis tiada terhenti memuja
seutas warna kematian -
lengkungan perbatasan istana surga
beratap neraka bersahaja
dua persusuan
menetak siang
bertarung malam
@mercusuar9

hamparan tanah harapan
menitah benih berpinak
batang berdahan meranting dedaunan
surga bersimpuh neraka -
serpihan malam menanti dibawah segumpal asa
membalut gelungan ikal mayang lautan -
sebaris pertapaan usang menebar penantian
menulis kalimat syahadat
@mercusuar10

menulis ufuktimur diatas pusara antahberantah -
menikam cahaya bersatu semburat geliat semesta -
ujung simpul mata angin
menoreh dua menara kesaksian malam -
tetesan embun melukis perih
dipelukan satu punggung
menara kesaksian
@mercusuar11

senja
menuai kelam
malam
dipelukan tubuhmu
penuh makna
paripurna
@mercusuar12

malam terbunuh
dilembaran mimpi semalam -
parasmu sang membinar
menggenang satu keabadian
@mercusuar13

satu lembaran usang tertulis tinta dua guratan -
satu lembaran usang menulis aksara satu tetesan tinta
@mercusuar14

langit kian membiru
bersatu
hamparan lautan
tiada terbatas
@mercusuar15




Monday, 13 May 2013

@mercusuar1 # mercusuar7


menjurai payung bersetubuh dua kekuatan
membelenggu satu puncak enam kosa semesta -
@mercusuar1

kerlipan dua menara memanggil kelam
malam bersetubuh tepian pulau kenikmatan -
rintihan hujan memuja pertapaan purba
menulis punggung satu menara tegak
diatas karang meregang
@mercusuar2

memintal kekuatan Cakra
dipenghujung kenikmatan berbalut kepedihan-
gelombang lautan kian menghempas
dua titik cahaya menara usang -
hembusan angin barat memuja kenikmatan
menghantar kekuatan satu menara purba selaksa
@mercusuar3

tepian pedang bermata dua
melingkari kuasa Tuhan Nan Jelita,
langit menatapmu dipodium
bertopi dua menara bertahta,
satu kekuatan pedang membilah
sayatan bumi bertatah
malaikat berbaju merah,
jendela bersusun sirih
berselendang hijau berwajah tirus
tersenyum sinis
membakar jantung dinihari
@mercusuar4

saat malam bermandi hujan kenikmatan
menetak khandil diatas pemakaman tua,
langkah kaki hamparan bumi
sang membinar memuja sebait puisi
menulis punggung memerah bara,
dua arah mata angin dihempasan hujan
menebar badai meregang
diatas menara penaklukan sansekerta,
satu kuala tangisan menikam danau sepi
termaktub tonggak usang
berpijar gairah birahi berlampu kian meredup,
serpihan kitab purba menikam cawan demi cawan
dicadikmu kian menggelepar
dipembaringan penuh kenikmatan
@mercusuar5

lembaran usang membiting tepian pedang bermata dua
melingkari kuasa Tuhan Nan Jelita,
kerlipan cahaya membinar dua menara
menebar desah gairah lautan
melepas birahi satu dua tiga rembulan,
tepian dermaga kasih tenggelam
bertahta deburan ombak kepedihan
memuja kenikmatan satu menara
bertulis tangga demi tangga,
langit melempar tempatmu
berpelukan kelam malam
tersayat jantung matahari
memanggang nafas satu
@mercusuar6

diatas singgasana kematian bersahaja mataku
tertetak menantimu dalam pengakuan dosamu,
diufuk mataku menatapmu meliuk dalam candu
dua menara penghiatan malam jahanam,
satu tatapan melukis menara sang membinar
menikam acna surga bertali dermaga
menghempasmu penuh kenikmatan tiada tara,
para pujian mantra demi mantra
melempar langit dipalungmu
berkecamuk penuh kekuatan
menikam kenikmatan berwarna
berjuta kosa terpanggang
kematian abadi
@mercusuar7


















menggenapkan kitab purba
secarik makna melarik asa
@mercusuar


.












Wednesday, 17 August 2011

tabut perjanjian


: prabandari

memang jauh sebelum tertatah makna
sudah ada dikehidupan sebelumnya..
dipersatukan dalam tabut perjanjian
untuk sepanjang segala abad :

memeluk dua Loh batu aksara
menggema dentang sepuluh firman
saat buli buli manna bertongkat harun

seutas makna empat gelang emas
terpancang lintasan keempat penjuru,
dua gelang melingkar rusuk satu
dua gelang memeluk rusuk kedua,

menatah nafasku dinafasmu
dua detak menikah wajah kerub
sayap terentang keabadian :




dipersatukan
24/06/11



.

Friday, 5 August 2011

kidungmu




kidungmu menggema beraroma bunga ditangan,
ombakmu mencumbu karangku berliontin hujan,
palung samuderamu membahana diujung penggalan,
sinarmu matahari tersesap mimpi merenda jantung,


sepenggal kidung
merenda peraduanmu:
borneo, 01:08:2011



.

Sunday, 31 July 2011




: prabandari

menatahmu antahberatah,
lantunan telaga bening mata
merenda keindahan jendela pemujaan,

menetakmu hujan menggema
guntur menderas telaga mata,

kembara sapuan air meruah
terjelma tetes-tetes
makna keheningan



batavia-borneo
24:07:11
at 23:55



.

jejak hati




: prabandari


menjejakmu hati tergenggam untaian antarberantah,
menggaris makna sentuhan aliran sungai jemari
penggalan dinding menyetubuhi sidikmu berpuing,
jejakmu menatah langkah hari memuja jejak hati,
menyentuhmu pintu rumah diperbatasan pandang,
saat butiran embun tersesap rautmu memukau dini hari,
dijantung, mencandi sentuhan hatimu :


jejak hati: batavia:borneo
malam akhir juley : 2011
cerita disebutir restoo :
sebelah appartement :



.

Friday, 29 July 2011

Quldimu




: prabandari

menggantung quldimu bersulur menatah tebing terjal malam,
menjulang gunung membahana palung lautan mengarak,
cakrawala membesi membutir dentang Lonceng membahana,
menyatu danau diatas ranting lengkungan jiwa,
kepakan menguat terbelenggu langit menggunting bumi,
lengkingan cadik menggelora kayuhan bersahaja singgasana,

: disini kerinduan ini semakin menggelora


lingkaran kebunRaya
22:07:11 at 7:17



.

Sunday, 17 April 2011

aevum **




: Tuhan Nan Jelita

cadikmu membahana kata melenggang,
membelah gelombang menatah terowongan,
menjelma sungai mengalir lautan tenggelam,
menggelegar bahana bertahta para purbamu,
gelombangmu membahana diujung kata melempar makna,
“Lautan, pegunungan, menjelma Pantai pelabuhan,
menitah sebutir perahu pertarungan menetak badai,
ombak memuja desah terpanggang malam.”




terpanggang:
2011


.

Wednesday, 31 March 2010

berpalungmu




: hujan berpalungmu
membasah


ombak menghempas
puncak pematang mendetak
menyulam halus punggungmu
kecupan meremang
menyusuri waktu
menyatu purba berpadu
butiran peluh melenguh
membasah menetes
hujan berpalungmu
membasah

saat kuas menyapu kanvas
nafas merentang
memateri jiwamu
dalam jiwaku
tanpa aksara
terapung dalam
aliran sungai memabukkan
menuai pusara
nasib abadi

jejakmu
kian menjejak belukar
menikmati tetesmu
mencawan sejuk nafasku
melambai anginmu
butiran permata peluhmu
merembak didasar lautan
abadiku



awal april ceria
batavia::malang
satu empat dua nol satu nol
cinta:kasih:sayang
trumbu:prabandari


.

Tuesday, 23 March 2010

kitabmu sajak diLidah

: kitabmu menelan
rasa sajak diLidah



meriap rambutmu
diterpa anginku
Lautan rinduku
menggelora cadikmu
saat raga melukis selat
memintalmu kasih
menepis belenggu
angin menikam
Lentik bulu matamu,

dipadang Luas
membentang desah
rimbun pepohonan
menuai pelangi
buihmu melambung
gelombang terhantarkan
karangku
perlahan tenggelam
menyatu
arusmu
semakin membunuh waktu
mencium dahaga
tiada mengering cawanmu
terkapar dalam biru
menyeru satu,

alam berselendang
menatah lengkungan
berkali
berselimut kemegahan
kebayamu melingkari mataku
disudut altar bertahta
cadikmu melantun kitab purba
mengerling
para tonggak bercagak
menguning
ditorehan Lembaran tinta
menelan asa sajak diLidah




kemegahan kebayamu
melingkari mataku
2010



.