: seribu fragmen menitah diam malam
bersenandung rongga nafas,
ketika kerinduan melukis parasmu
tiada terhenti membentang utara
berkereta selatan,
bertahun altar antahberantah
tertatah wajahmu dicawan bertabut sukma,
desah rembulan tertetak l
engkungan perjalanan dasar jiwa,
aroma bambumu tersesap kepulan
bayangan awan ibu mutiara menepi karang,
setitik takdir jiwa
menuai hujan berpalung raga
seribu fragmen menitah diam malam
bersenandung rongga nafas,
senja menabur benih kekuatan
perjalanan memeluk seribu serambi
Ketika matahari menikam kesetiaan
diladang makna benderang,
tatahan perjalanan menuai detak nadi rembulan,
mata angin menatah candi jiwa
mutiara ibunda alam mengembang layar,
kerinduan kian tersulam
mencium aroma bambu
berbalut jenjangmu semalam
:18
.