Showing posts with label maria regina. Show all posts
Showing posts with label maria regina. Show all posts

Friday, 7 October 2011

*47



: aroma rosarion bertaburan
salam maria berkumandang,


sekeping kerinduan merenda sapuan empat penjuru angin,
mengalir tetesan lukisan usang dipelataran kaki kecilku dimasa,
bentangan tiang tiang kokoh bercagak mengeras sunyi tersenyapkan,
suara surga menggema dicadik para pelukan biara menatah jiewa,
menghijau rerumputan di taman khayangan menatah bayangan para bunda,
seketika ujung mata menoreh kasih purbamu


sekeping kerinduan merenda sapuan empat penjuru angin,
mengulam kerinduan bertatah perjamuan meja panjang,
ketika jubah hitam memutihkan bersimponi makna surga,
para gembala menghantar berjuta domba menghitung jalan keabadian,
sentuhan matamu tersesap ujung kerinduan Lorong bermakna


sekeping kerinduan merenda sapuan empat penjuru angin,
berjajar penantian bergaris warna kelabu menggenapkan,
seribu jendela bertatah bersusun sirih tercium seribu pintu detak usang,
aroma rosarion bertaburan salam maria berkumandang,
serpihan ladang tandus tergenapkan hujan semalam


sekeping gemericing cadikmu tersesap cawan beraroma tanah,
seperti lukisan tatahan pada pedang bermata dua,
saat menetak makna dua arah tersayat,
melipat pahatan demi dentingan ujung semenanjung malam
*seketika tatahanmu menggema perlintasan kian benderang



: 10



.