merasakan terpaan angin yang perlahan membewamu jauh
menuju angkasa berjuta nuansa membentang disana,
marilah bergandengan tangan membuka makna demi makna:::
aku akan menanatap lembut telaga matamu
dengan seluruh rasa dan asa membentang disana
membentang layar mencumbu angin samudera lepas,
setitik menjejak hamparan padang gersang menyatu riak gelombang, kala ujung sayap mengembang benderang,
berjajar Larmu kekuatan mengepak melewati cakrawala,
ujung sutera jemarimu tergenggam erat menempis badai
*****
:I will fly high into the sky with all the dreams and all my inspiration:
Showing posts with label biasmu. Show all posts
Showing posts with label biasmu. Show all posts
Friday, 5 July 2013
dalam lukisan dasar samudera
Langkah membelah kelam membasuh dini hari,
menggapai waktu nafasku membius ujung pulau terlampau,
di putaran terpaku merasakan setiap nafas hangatmu,
dalam lukisan mutiara dasar samudera,
terhanyut tanpa batas nyata menoreh semu
***
menggapai waktu nafasku membius ujung pulau terlampau,
di putaran terpaku merasakan setiap nafas hangatmu,
dalam lukisan mutiara dasar samudera,
terhanyut tanpa batas nyata menoreh semu
***
jiwa tiada terbatas
ketika jantungku menikam dipalungmu
untaian cakrawala jiwa membahana alam,
memeluk kekuatan menangkap keindahan
.... untuk mengamati dan mengamati lagi,
sekali mengalir sungai berjalan bebas
... Anda memiliki jiwa tiada terbatas
****
untaian cakrawala jiwa membahana alam,
memeluk kekuatan menangkap keindahan
.... untuk mengamati dan mengamati lagi,
sekali mengalir sungai berjalan bebas
... Anda memiliki jiwa tiada terbatas
****
Tuesday, 30 March 2010
membentang khianati-Mu,
: biasmu
buihmu membutakan mata dan hati,
mengguncang lintasan waktu menyatu,
Tuhan, aku menikam punggungmu,
membentang khianati-Mu,
sujudku dalam aku bersujud,
membenam kepala menyulam tertuduk,
saat merentang makna mengeja,
ketundukkan membias dalam bias bias,
teramat bias
dalam bias
:1987
.
buihmu membutakan mata dan hati,
mengguncang lintasan waktu menyatu,
Tuhan, aku menikam punggungmu,
membentang khianati-Mu,
sujudku dalam aku bersujud,
membenam kepala menyulam tertuduk,
saat merentang makna mengeja,
ketundukkan membias dalam bias bias,
teramat bias
dalam bias
:1987
.
Subscribe to:
Posts (Atom)