Showing posts with label hamparan purba. Show all posts
Showing posts with label hamparan purba. Show all posts

Thursday, 16 September 2010

terawang



burung burung tetap terbang
pasirpun tetap terbentang
bercengkerama satu menyatu ombak

pucuk pucuk cemara terlintas jauh
menjadikan deru menderit pilu
menyapa malam menetak siang

dekapanmu kian menghangat
ketika mentari terbentang
mari torehkan makna
diatas lengkungan kereta

malang,
1992


.

Sunday, 12 September 2010

merapal bait mantra



membisik disudut telingamu
menguntai senandung jingga
melintasi hari tersambut kemesraan
memeluk mentari pagi
merapal mantra dalam bait bait
persembahan terkasih
merenda keindahan di matau
esok tiada terhenti


to:you
th25NY

.

Aranio riam kanan



menggetar riakan permukaanmu
memeluk cadik mengalir sang bayu
percikan nafasmu menikam
perbukitan meratus memaqnggilmu
menetak tatapan pandang
melintasi jingga dipelukan senja
langit hamparan ilalang kering

dahagamu meneguk abad purba
teduh matamu menyapu desah angin
meredup jiwa terbentang sahaja
makna masa menggemintang
menyatu detak nadi kepurbaan

menyelami danau riam kanan
menyatu waktu demi waktu


martapura, riam kanan
banjar, Aranio 1996

Sunday, 11 April 2010

ketika makna purba




ketika bentengmu bersandar tangga lautan lepas,
tonggak lengkungan purbamu kokoh menuai roman,
ketika kakimu melangkah naungan menghitam tangan,
dicadikmu membahan makna Tuhan maha karya,
lautan kehidupan berkelana memukau air terjun sepapa kanan,
tenggelam mendasar sepapa kiri,
kualamu menyentuh titik terdalam hakiki


ketika daun daun mulai berterbangan
mengiris perut angkasa,
seberkas cinta menyatukan selat terbentang ,
lingkaran kasih berdeyut penuh
kekuatan menghijaukan perjalanan,
hamparan savana menggaris
kekuatan ciumanmu dibibirku,
engkau bumiku tercinta
membalut luka langit membahana,
kekuatan para awan
menutupi langkah matahari perlahan..


ketika sayup bergelora lentingan
simponi lingkaran warnamu,
musim layang layang telah berlalu
menggapai batas senja,
jeruji jendelamu menyentuh lukisan
bergaris syair purba mencadikmu seketika,


ketika burung burung terbang
melintasi perbatasan perjalanan,
hujan kepakan larmu
menguning selimut malam,
sayup gemintang mencumbu kerlipan perkampungan,
membentang layarmu menatah detak jantungku,
ketika matahari meninggalkan rembulan
berpelukan gemintang



tanah karang
:makna purba






.

Tuesday, 30 March 2010

gitamu




merantas makna sinarmu membelah benderang
menjantung Lintasan ditikam belati meranggas
mencadik simpulmu membunga di karang

meracik ratu baginda para gubahan
menyingsing awan menembus sukma
berkabut senyap membiru waktu
gubahan tenteram menyimak lenteramu

laksana jiwa arung pesiar bersuka
gitamu merenda dasar samudera
dibatas palung menggema liar ombakmu
menghempas badai menyemai bulir berdetak usang

savana perjalanan menjejak cinta raya
laksana menuai pesiar angkasa pandang
inderaku terbang mengalun sayapmu
terbang memeluk udara bersanding


gitamu:
1987



.

Tuesday, 23 March 2010

terpanggut cadikmu



sebutir mimpi dalam kesadaran makna
memeluk bintangmu kian bergemerlapan,
sayapmu terbang cepat menghampiriku
meniti benderang terpanggut cadikmu

deras aliran sungaiku melingkupi palungmu
pandangan tajam menembus ruang dan waktu
para jantung purba hipotetis lebih humaniora,
perlahan membuncah filosofi

arcamu terpahat tiada rembulan,
menetas makna menikam tanpa pintu
seutas tanya tertuliskan dini hari



sebutir mimpi
untuk nafasmu
2000, tanka


.