Showing posts with label hakiki. Show all posts
Showing posts with label hakiki. Show all posts

Friday, 20 July 2012

ketika satu jemarimu bersatu parasku


ketika satu jemarimu bersatu parasku,
lengkungan pelangi mengukir kilatan,
menyentuh benderang warna,
sudut tungku memerah tertikam,
 membiru lautan semalam,
 menguntai arah memuja
relung alam semesta
bertatah jendela mata,

 ketika satu jemarimu bersatu parasku,
melingkari ruatan langit membumi,
 mencadikmu kerinduan
tarian hujan bersatu jiwa warna,
 serpihan tetes hujanmu
membuncah tersesap kemuliaan
keheningan purba,



05:11:11


.

Monday, 19 March 2012

:

ketika bentangan sayap laguna menikahi makna
ketika cakrawala merenda jejak menderu purba
ketika enam cahaya membiting kekuatan cinta

ketika pelukan tersulam kekuatan ujung sutera jemari
ketika dentingan empat penjuru angin menggenapkan
ketika pertapaan memeluk jenjangmu penuh kerinduan

ketika simponimu bertahta relung terdalam berkuasa
ketika mendetak nadi berkuala cinta keabadian laksana
ketika matahari memeluk kekuatan cahaya rembulan
ketika ufuktimur berpelangi bersinggasana ufukbarat
ketika hamparan lautan menggenapkan pegunungan


.

Monday, 10 October 2011

*49

: pertemuan langit membumi
merenda tangga lautan,
kualamu titik hakiki
roman perjalanan



Lautan menimang bantenmu
persembahan jingga mencumbu senja,
sang mata dewa melukis
kepakan sayap memuja langit,
serpihan warna menabur tinta menggores sukma
para angin menderu membelah selat,
mengukir cahaya mengulam abadimu
berhasrat pelukan membumi

bentangan angin tenggara melukis alam
semesta jiwa bertahta hitam putih,
mencium jejak tatahan tangga
dijenjang hari meniti makna,
ujung kosamu mengukir awan
membelah cahaya hitam memutihkan,
merenda sukma berbalut kasih lautan
membiru tiada bertepi

merantas selat bercakrawala lautan membahana peraduan,
hujan menetes belantara bantenmu
bersimponi pelukan wangi stanggi berbalutan jiwaku,
serpihan sumping tertatah bantal
kian memacu dahagaku bentangan tabuhrahmu,
gerimis memuja makna dipelataran sukma para

ketika pertemuan langit dan bumi
mencumbu malam penuh khidmat,
satu makna terlukis dikanvas kehidupan desah nafas,
ketika satu merenda dua bersandar tangga lautan,
kualamu menyentuh titik hakiki roman perjalanan



: 12


.