Showing posts with label kian berbinar. Show all posts
Showing posts with label kian berbinar. Show all posts

Tuesday, 6 September 2011

jendela bersirih





tabut suci para kitab tahtamu berkumandang,
Berseru makna mujizat pintu benderang
Mata dewa memerah diselimuti debar kerinduan
angin selat membakar darahku diladang janji
Karangan bungamu dihamparan ketinggian
Derumu menyentuh mata kaki jenjang malam

hujan dipelukan badai melempar kembang langit
musim kupu-kupu masih tersisa diladang kerinduan
matahari memintal seberkas cahaya rembulan
dipembaringan panjang tubuhmu menggemintang
hutan belantara terjemahan purba terlelap disemenanjung
ujung cadikmu tersayat mercusuar matamu temaram
punggungmu meringkuk desah aroma kenikmatan
ketika lampu dinding menggenap jendela bersirih
lantunan gending menggemuruh ombakku membuih
larmu mengepak denyut membinar jantungku tiada henti


Lantunan senja menyentuh riakan danau matamu kasih,
seberkas sinar binarmu menggapai bintang jantungku
hujan dahaga mematri lingkaran palung hati
di altarmu cawan kerinduan kian membahana


:dipowinatan
2011


.

Wednesday, 4 August 2010

menatap matamu kian berbinar




Selalu dan selamanya jiwa ini benar-benar harus mengatakan bagaimana perasaan ingin memelukmu setiap saat, dirimu lebih berarti bagiku daripada apapun terasakan dan seketika saya melihat ke dalam danau bening matamu kian berbinar menyatu wajah sempurna, sesungguhnya tidak akan pernah ada orang untuk mengambil tempat dirimu dan diriku di relung jiwaku dan dirimu selamanya:

lautan selimut bergelombang tenggelam kenikmatan
lentera matamu meredup menyatu desah berkepanjangan
kosa menghambur keluar menggema aksara demi aksara
sematkan ciuman merangkai kening kasih keabadian
mengusap sutera punggungmu berlumuran cinta : prabandari

aku tiada pernah perduli tentang siapa dan keberadaanmu ketahuilah cinta kasih sayangku tiada bersyarat dan penuh keabadian, dalam hangat pelukan citamu berbisik jangan pernah meninggalkan diriku, sungguh mendalam cintaku lebih dari yang engkau ketahui, cinta kasih sayangmu sangat berarti bagi detak nafasku, gelombang apapun membentang tiada pernah terpedulikan, setiap detik penuh nyata paras anggunmu menyatu nadiku selamanya:



jule 29`10
ciptamu:keabadian




.

Wednesday, 21 July 2010

rosario menguntai tiga detak



ketika mata mengerling tergerus maut
gemerlap ruang waktu merendamu tertidur,
langit menjejak pagi semu bermalam kelu,
kitabmu kisah waktu surga embun-embun
mencium keindahan wajah perimu : prabandari

langit membuai cakrawala awan melarut angin,
cermin tiang sampan meraih membuai mimpi
ketenangan lukisan kecerahan hati
mendekap mana tertatah keabadian dunia
melukis kanvas kehidupan menuai kematian,
rosario menguntai tiga detak penyelenggaraan
kasihMU,



dewata:canggu,
jule, 21`10:23:22



.

Monday, 5 July 2010

menatap matamu kian berbinar




menatahmu dalam membelah hari demi hari;
membentang makna suci memeluk mimpi,
menjejak langkahmu menikam tebing tebing terjal,
sepenggal nafas perjalanan panjang,
menyulam lingkaran cawan menyatu perjamuan,
gelombangmu mendasari asa mendetak perlahan,
tetesan kasih kian menyelinap hamparan,
melengkapi langkah menoreh gemintang
dalam rangka hidup: prabandari

aku menyimpanmu dalam rangka hidupku
ditengah bagian bawah sebelah kiri
untuk melengkapi langkah : prabandari

kian menyatu dalam nafas memburu lekuk tebingmu,
membentang lembahmu tautan nafas berlabuh,
layarku kian terkembang membahana,
menepis riak detak mendahaga di kecupan terpanjang,
lautanmu betapa luas kehilangan daratan,
gelombangmu mengalun berbalut pesona,
desah aroma menikam penuh keabadian,
membuncah sudut mata dalam geliat,
kehangatan sinar pagi tubuhmu : prabandari


dewata : sanur night
menatap matamu berbinar
dwp:june:2010

kerlip lampu cintamu membimbing nafasku




memelukmu berkepanjangan kesejukan jiwa terhantar
cadikmu merenda gugusan pulau disetiap relungku
sungguh, menepis makna perjalanan waktu
menatah purba kerinduan tatapan bening matamu
: prabandari

jejak menggelora diujung deru kian menyatu
dipertaruhan asa lingkaran daratan ufuk mata
berlabuh dan tenggelam cadikku di pantaimu
: prabandari

jantungku semakin menalu kekuatan bumi,
betapa kerinduan ini menyengat makna
kelam terhujani gelombang memeluk hamparan pasir
alam bersuka cita bersenandung cinta
mengiringi kerinduanku padamu penuh keabadian
: prabandari

kelam tertepiskan langkahku membelah lautan
kerlip lampu cintamu membimbing nafasku memuja daratanmu,
desah sang bayu mendorong punggungku berkekuatan kasih,
mata tiada menyatu arah gemintang
cadikku menatah riak gelombang cakrawala
memukau daratan penuh sayang
: prabandari




batavia-dewata
04:07:2010 :: 15:22

.

Saturday, 17 April 2010

love light




: prabandari

saat menyatu gemintang penuh pesona
kerinduan kian menyala

memelukmu:2010


.

Friday, 16 April 2010

revenzee




aku masih merenungi nasib
dalam cawan yang telah hilang
terbawa arus menerpa malam panjang,

menghitung kerlipan gemintang,

kelammu menepis hamparan
kandhil tertawarkan
dalam selimut dini hari
kian terhantarkan



.