Showing posts with label tauratmu. Show all posts
Showing posts with label tauratmu. Show all posts

Sunday, 20 November 2011

: " turn back the time "

i remember when ??!!
when the sun sets in the stillness **
I want to running away from all of
this bustling life,
to the place can feels yourself,
feels the world,
breath the air easily and
feels the wind blow







.

Wednesday, 2 November 2011

*74



:meniti serpihan empat ruatan
satu disatukan kerinduan



Satu bait dalam Lembaran kitab taurat
bertatah tafsir perjalanan zaman,
detak nadimu meringkuk kosa
hamparan susunan kertas usang,
cakrawala menulis tarian hujan
berserambi irama nafas satu disatukan,
ujung sutera awan menggelung perlahan
menatah piahgawang bertekstur kata-kata,

ketika tetesan hujan rintik meriap
lapisan putihmu kian memutihkan bumi,
dipenghujung kosa bertaburan
semerbak aroma kembang kebun kopi,
berjuta tatahan mencandi pertarungan
detak nadi meniti cakrawala makna,

seketika aliran darah tertetak
kekuatan kitab purbamu menyulam hari:
sentuhan dasar samudera mencengkram
lingkaran parasmu riakan gelombang,
aliran sungaimu menggema tikaman
langkah jenjangmu menggenapkan
satu dua menjurai satu satu,
dibarisan dua berwarna enam
melantun mayangmu berderai
tersapu angin malam
lukisan bisikan suara firman,

seketika jantungku terhenti
tertetak bentangan dua sayap
bertangga kecupan kasih keabadian,
hujan menoreh warna tersesap jiwa
meniti serpihan empat ruatan
satu disatukan kerinduan



ruatan:
empat


.

Monday, 5 September 2011

kitab cakrawala




kitab cakrawala menyelimuti langit membumi,
pelangimu mengembang sayap
dipenghujung hujan berbilik jantungku,
ternggelam palung keabadian dermaga cinta kasihmu,
wahai bumi aku langitmu

kitab cakrawala melerai purba langit membumi,
mengasah pedang bermata dua
dipenghujung pembaringan memutihkan antahberantah,
ketika bumi memeluk pembaringan malam berkarat,

kitab cakrawala lapisan kasih perjalanan usang,
aroma tubuhmu mengharu lautan membiru,
dialtar purba tertatah lukisan Tuhan di keningku,

kitab cakrawala bertatah mata bersimponi altarmu,
senja dipenghujung nafas mencium jingga nan menjingga



menatahmu
tiada akhir:
04:09:11




.

Friday, 2 September 2011

setamanmu



: rangkaian bunga setamanmu

Ujung sutera jemarimu menatah bunga hujan setaman:
membentang lautan semalam, rintik hujan bertikar abu kematian,
desau angin bersulur genderang, tetesan embun cemburu menitik pagi

Ujung sutera sang bayu menatah bunga setaman:
bening untaian berlian bernas dimatamu,
dipersimpangan terketuk nada memuja hujan sebutir noktah,
malam bertaburan rinai gemintang usai menikahi tombak pusaka,

Ujung sutera jemari malaikatmu menghantar kosa ditepian karang terjal,
rumahku terkepung butiran pasit berseteru buih ombakmu,
ketika deru memacu tikungan terindah diperbatasan,
setaman bunga merangkai kabut di kaca berjendela seribu rupa

Ujung sutera lengkungan pelangi melukis kakiku diperigi lautan luasmu,
dalam palungmu tertetak pelukan tanda tanya,
lantunan simponi ombak melembar gelora membuih,
tebing karang terpaut terjal hamparan cakrawala membunuhmu,
ketika matahari melempar sengatan merayu sukma membuncah raga


Ujung sutera jemarimu menatah para ilalang kering :
membentang terbang diterpa angin selatan,
berjuta mimpi melukis tangga tauratmu,
mengecup bibir makna zaburmu, mencumbu lengkungan kasih injilmu,
menikahi cakrawala paripurna qur`anmu,
: menyentuh jiwaku melintasi antahberantah,


simpang tiga kemang raya,
sepertiga malam: 03/09/11



.

Wednesday, 7 April 2010

sebutir tauratmu






melukismu menghitam berpalung memutihkan,
hamparan kian memutih tergores makna terhitamkan,
: lautan warna mendasari putih tertatah hitam,
sebutir tauratmu membahana lengkungan cakrawala,


tauratmu,
merangkai
tauratmu,




.