Showing posts with label tanah tanjung karang. Show all posts
Showing posts with label tanah tanjung karang. Show all posts

Saturday, 3 May 2014

aku : bersedia bersamamu 
dalam suka maupun duka ...
(16 april2014)

semburat ufuk timur termaktub seberkas cahaya merah saga 
meniti jendela matahari diatas lengkungan pucuk nyiur melambai 
memanggil ombak mencumbu ujung karang *  
dua kekuatan semesta membentang 
sayap nakula laksana sayap sadewa * — 
(17 april2014)
 
membasuh jiwa jum'at agung penuh makna 
laksana titian cahaya sang membinar 
menatah acna semesta *
(18 april 2014)
 
kelam malam diatas lautan
langit terbelah dua malam
Menjemput Satu kematian
Para tetua tergenggam
satu : pengharapan
— 
(19 april 2014)
 
hujan kata-kata berderai air mata 
laksana aliran anak sungai meniti relung 
penantian kembara menatah kuala * — 
(19 april 2014)
 
Serpihan angin malam pecah berkeping-keping menikam dinihari 
bertahta setetes embun diatas bantal memukat matahari * — 
(19 april 2014)
 
 
 
 
 
 
 


 

Thursday, 3 May 2012

membinar paras rainbow cake-5

: membinar paras rainbow cake-5

berjajar pohon pohon pinus
bersatu langkah menjulang
kelokan bertebing terjal
membuncah raga-

negeri diawan berkumandang
tetesan embun berkelopak mawar
danau matamu berpesona
relung terdalam-

disini tertulis kian meremang
antara cinta berselat kecemburuan
antahberantah-

ibunda alam bertahta kosa
bermantra sebutir tangisan
menatah mata sang -

perlahan mengecup telingamu
berkelembutan antahberantah
terbisikkan sebait puisi
tanjung karang--

membinar paras rainbow cake-4

:membinar paras rainbow cake-4

ketika senja menebar jingga nan menjingga
memberi sukacita bertahta mata-
memberangus malam perdamaian
dipusaran relung jiwa

saat matahari mengundang rembulan
berpelukan gemintang--

perlahan mengecup telingamu
berkelembutan antahberantah
terbisikkan sebait puisi tanjung karang-

tarian hujan menggenapkan
simponi rumpun bambu
beraroma kenikmatan
kian mendetak-

Sunday, 20 November 2011

: " turn back the time "

i remember when ??!!
when the sun sets in the stillness **
I want to running away from all of
this bustling life,
to the place can feels yourself,
feels the world,
breath the air easily and
feels the wind blow







.

Friday, 24 December 2010

bersimponi aliran buihmu**



membentang makna melintasi gelombang memahat bibir lautan--
sebutir perjalanan tersimpan dilengungan karang --
kepakan camar menyapa pori pori bersimponi desah aliran buihmu--
tanganmu menggenggam tirta menyatu awan menghitam--
dibatas angin merenda makna kasih menghalau mimpi dini hari --

putihdoh--beach
1994


.

Monday, 27 September 2010

S A N G




s a n g
s a n g

wajah membeku kaku
untaian pagi membesi
detak merengkuh pasti
rasa dalam asa
langkah menetak akhir

melintasi tubuh tubuh kaku
mengental tiada menetak makna
menikmati saat ku
membentang nyata benderang
hutan memuja lautan
mengental butiran berpasir
rasa menyetubuhi asa
mengutip langit berlumuran bumi
halilintar menghantar hujan
dikuala kuhabiskan nafas
lautan sambut detak nadi
dipalungmu kuhembuskan cinta

menatapmu dalam bayangan
menuai keyakinan bait kitab
timur semesta merenda kasih
lewat cahaya menerpa keunguan
tatapan mata mencerna tertunduk
wajah sang membayang semu
seberkas lukisan kian mengharu
mulutmu membias remang senja
puncak tanggamus masih berkabut
langkahmu membelah hujan
menikam punggung beraroma beban
mencumbu mimpi demi mimpi



gistvilllage,
1989

.

R U H




senja menyetubuhi tubuh telanjang
lautan menyatu ruh berselimut kabut
menuai dini hari,

hujan tenggelam menjemput kunang kunang
gemintang berpelangi malam,
kerajaan antah berantah bersimponi
menuai perjalanan purba,

makna membuncah ruh tanpa tubuh,
makna duniawi tubuh tanpa ruh,
makna spiritual tubuh menyatu ruh,

ribuan angin mengenang tarian kenikmatan
membasahi lengkungan bibirmu,
gelombang ombak berbuih mengejar jejak bintang
dihempasan penghujung malam


bbs,1999


.

Monday, 19 April 2010

dalam saat:satu




saat langit perlahan mencumbu bumi..
saat tetes hujan menyentuh tanah menyatu aroma..
saat halilintar memanggut awan..
saat dentangan menggema dalam kecipak.....
saat semua menjadi hilang dan sepi merayu..
saat detak mendetak tinggal satu satu..
satu hujan terus melebur dicawanmu..




dalam saat:satu
tanah tanjung
karang menggema:
antahberantah



.

Sunday, 11 April 2010

ketika makna purba




ketika bentengmu bersandar tangga lautan lepas,
tonggak lengkungan purbamu kokoh menuai roman,
ketika kakimu melangkah naungan menghitam tangan,
dicadikmu membahan makna Tuhan maha karya,
lautan kehidupan berkelana memukau air terjun sepapa kanan,
tenggelam mendasar sepapa kiri,
kualamu menyentuh titik terdalam hakiki


ketika daun daun mulai berterbangan
mengiris perut angkasa,
seberkas cinta menyatukan selat terbentang ,
lingkaran kasih berdeyut penuh
kekuatan menghijaukan perjalanan,
hamparan savana menggaris
kekuatan ciumanmu dibibirku,
engkau bumiku tercinta
membalut luka langit membahana,
kekuatan para awan
menutupi langkah matahari perlahan..


ketika sayup bergelora lentingan
simponi lingkaran warnamu,
musim layang layang telah berlalu
menggapai batas senja,
jeruji jendelamu menyentuh lukisan
bergaris syair purba mencadikmu seketika,


ketika burung burung terbang
melintasi perbatasan perjalanan,
hujan kepakan larmu
menguning selimut malam,
sayup gemintang mencumbu kerlipan perkampungan,
membentang layarmu menatah detak jantungku,
ketika matahari meninggalkan rembulan
berpelukan gemintang



tanah karang
:makna purba






.

Saturday, 3 April 2010

semerta selendang di Lambaian



melampaui sungaimu menuai lenggang,
memelukmu bermimpi mendaki jantung
gemerlapan menyeru berlian terikat
mencumbumu tatahan ruatan fi`iL

meminta candimu menatah pulang
ratapan penegur membaka purba laksa
cahaya bermandi lereng gunung membeku
membentang kampung Lintasan aliran padang
semerta selendang di Lambaian mengakar
seperti diam tiada bertabur talam
kembang terpetik mengembang taman

setitik bayangan menelusuri penglipur
puncakmu kian menyatu sukma berbinar
seperti pagi memolek mahkota bersangkar
menjelma dewi bermakna shinta kasih
membentuk nuansa berwarna kembang emas

karangan mengembang adat lembaga
tanganmu memahat jantung berbaris makna

mahkotamu bersangkar:
1999



.

Thursday, 1 April 2010

menatah legam




menembangmu wahai ilalang
savanamu disatu alam menantang
semerbang kembangmu mengambang
putih bungamu merentas padang padang
memutih tulang pualam bergema malang

saat ratapan disatukan riakmu melolong sendu
ladang ladang terbuang menangisi malang
perlahan kabut melenggang lembah melata
wajah menerawang bermata wayang menyeka
awanmu menengadah rintik berpeluh legam
seperti persaudaraan kemarin

senyap ladang ladang tiada bertuan
dibasuh sudut bola membulir mata
kemana sukma di persimpangan puncak dan lembah
sebuah perjuangan antara hidup dan mati,


lautan menyapu langit terdengar sayup
mendendang matahari bersiul panjang
perang berkumandang meramal hujan
tandukmu mengasah tebing terjal
sesaat kematian menjemput malam
kelam bersembunyi dibalik terang siang
tiada berdaya menyelimuti beku membukit
memujamu dalam dangau yang sepi




legam
: 1999


.

Wednesday, 31 March 2010

bebatuanmu terselimuti lumut purba



Anggurmu menyeruak suci merajamku
alam muram tertampar relief tebing
mencekam waktu kekasih titisan keabadian

menyapu puncak gunung raksasa karang
tegak menentang awan Lintasan mendakwa
bebatuanmu terselimuti lumut purba
dalam langkah menyatu kolam terkembang

mataku kian menghilang di tetesan membulirmu
nuansa berwarna kelabu mengusung berkabungku
maut kian menyatu detak bayangan mendekat
disini pantai membunuh semenanjung

sebutir sepi

tanah karang:
1998


.

Tuesday, 30 March 2010

Lingkaran Lingkaran Lingkaran



Lingkaran membuka Lingkaran,
Lingkaran dibuka Lingkaran,
Lingkaran menutup Lingkaran,
Lingkaran dibuka Lingkaran,
Lingkaran menunggu Lingkaran,
Lingkaran ditunggu Lingkaran,
Lingkaran menyapa Lingkaran,
Lingkaran disapa Lingkaran,

Lingkaran berhadapan Lingkaran,
Lingkaran merusak Lingkaran,
Lingkaran dirusak Lingkaran,
Lingkaran sadari Lingkaran,

Lingkaran mengelilingi Lingkaran,
Lingkaran dikelilingi Lingkaran,


Lingkaran menyelesaikan Lingkaran,
Lingkaran diselesaikan Lingkaran,
Lingkaran membawa Lingkaran,
Lingkaran dibawa Lingkaran,
Lingkaran menuju Lingkaran,
Lingkaran dituju Lingkaran,
Lingkaran mengawal Lingkaran,
Lingkaran dikawal Lingkaran,
Lingkaran memajang Lingkaran,
Lingkaran dipajang Lingkaran,
Lingkaran memasuki Lingkaran,
Lingkaran dimasuki Lingkaran,

Lingkaran menyatu Lingkaran,
Lingkaran akhiri Lingkaran,
Lingkaran menyepi Lingkaran,
Lingkaran tiada Lingkaran,


originaly of:
bandarLampung
07091999



.

Langit Langit Langit



Langit adalah langit,
Langit adakah langit,
Langit membunuh langit,
Langit mencuri langit,
Langit menangisi langit,
Langit meninggalkan langit,
Langit merejam langit,
Langit memperkosa langit,
Langit memberontak langit,
Langit mencerca langit,
Langit memecah langit,
Langit menyayat langit,
Langit meratapi langit,
Langit menyesali langit,
Langit tersedu langit,
Langit menanti langit,
Langit menunggang langit,
Langit tetap langit,


originaly of:
BandarLampung :
diatas pembaringan:
menatah puncak betung,
07091999



.

penetohan




rembulan menembus pelataran penetohan ladow
melangkah kelam bertaburan butiran menggilas


jejakmu mengesak cakkang mengganti jejak
mutiara menghitam memikat sudut memata
memetik musim bertangga dedaunan menjajar
alunan menetu ragah dilom pepadun sesat

merembak sepinggan hidup mengkuntum sejajar
perlahan menutupmu perlahan ditengah lembaran


kebun Ladow:
1999


.

gitamu




merantas makna sinarmu membelah benderang
menjantung Lintasan ditikam belati meranggas
mencadik simpulmu membunga di karang

meracik ratu baginda para gubahan
menyingsing awan menembus sukma
berkabut senyap membiru waktu
gubahan tenteram menyimak lenteramu

laksana jiwa arung pesiar bersuka
gitamu merenda dasar samudera
dibatas palung menggema liar ombakmu
menghempas badai menyemai bulir berdetak usang

savana perjalanan menjejak cinta raya
laksana menuai pesiar angkasa pandang
inderaku terbang mengalun sayapmu
terbang memeluk udara bersanding


gitamu:
1987



.

ratnamu katulistiwaku




: ratnamu menguntai garis katulistiwaku


ombak kian menyisir gelombang rambut lautanmu
dipeluk sebuah lagu bermakna hujan terang
biarkan buih menggelombang rayu di sudut matamu
mengerling Laksmi memeluk candil pengikat dawai
ratnamu menguntai garis katulistiwaku

membunga taman mawar menyeret arus menjantung
saat pantai menganyam ombak di rantai cadikmu
membahana mega menghiasi cakrawala sukma

gemerlapan gemintang tertuang dijendela ufuk jiwa,
ujung cakrawala selepas hujan memetik langit berpelangi


birahi mengulam senja menabur dini hari
selendangmu tempias tepi makna semenanjung
perlahan nyiurmu mendesik berbisik desah selaksa
luapanan badai merengkuh alam tertebarkan perlahan
menyentuhmu riak danau kian membening



ratnamu:
1985




.

Tuesday, 23 March 2010

terpanggut cadikmu



sebutir mimpi dalam kesadaran makna
memeluk bintangmu kian bergemerlapan,
sayapmu terbang cepat menghampiriku
meniti benderang terpanggut cadikmu

deras aliran sungaiku melingkupi palungmu
pandangan tajam menembus ruang dan waktu
para jantung purba hipotetis lebih humaniora,
perlahan membuncah filosofi

arcamu terpahat tiada rembulan,
menetas makna menikam tanpa pintu
seutas tanya tertuliskan dini hari



sebutir mimpi
untuk nafasmu
2000, tanka


.

Friday, 5 March 2010

aku telah menyetubuhi bibirmu



menyusuri ruang dan waktu
di hamparan batu batu mendetik
setiap delik diantara putaran menyesak,

tiada pernah ada camar
menggelora di atas lautan senyapku,

saat kemarin,
melangkahi hari ini,
mungkin esok hari kelak,
aku telah menyetubuhi bibirmu
dalam tidurku
sepanjang hari





.

Thursday, 4 March 2010

Puteri Nan Elok Jelita di Persimpangan Jalan




Setelah beranjak dewasa dan telah banyak makan asam garam tentang kehidupan, serta telah menikmati betapa nikmatnya sebagai seorang anak muda yang dapat mengekpresikan diri mellalui sara pendidikan formal maupun non formal; dapat mengikuti banyak kegiatan dan merupakan sarana bergaul dengan teman teman seumurnya maupun dengan yang lebih tua bahkan yang lebih muda. Perjalanan hidup seorang remaja tidak luput dari kehidupan percintaan; sepertinya panah panah asmara mulai berdatangan dilepaskan dari busurnya sang pangeran yang menyukai sang puteri nan elok ruppa; bahkan konon sampai sampai terdengar dari negeri yang jauh letaknya kita sebut saja negeri antah berantah rantah, cerita tentang keelokan sang puteri mengusik setiap tidurnya membuat dirinya seperti yang tak tentu arah; sehingga dengan mengutus orang kepercayaannya bermaksud meminang sang puteri nan elok jelita dengan berbagai negosiasi tak dapat melemahkan hatinya, bahkan sang pangeran telah dating menghadap sang puteri namun apa hendak dikata; beruntung belum belum berpihak kepadanya; pinangannya ditolak oleh sang puteri, bahkan dengan cara setengah memaksa melalui bujuk rayu serta berbagai cara tetap tidak menggoyahkan hati sang puteri Nan Elok Jelita, karena sebenarnya jauh didalam hatinya telah ada seorang yang menjadi tambatan hatinya nun jauh diluar negeri sana.

Singkat cerita waktu terus berputar sang Puteri Nan Elok Jelita telah begitu banyak berganti ganti pasangan dalam mengarungi kehidupan asmaranya; berbagai alasan sehingga mengakibatkan hubungan mereka putus ditengan jalan dan akibatnya banyak pengeran yang tersiksa dan merana, tapi itu dikarenakan ulah dari mereka yang membuat suasana hati sang Puteri Nan Elok Jelita tidak nyaman. Akhirnya datanglah waktu yang tak dapat ditolak; sang Puteri Nan Elok Jelita menemukan pasangan hidupnya, maka menikahlah sang Puteri Nan Elok Jelita : Seorang isteri setelah menikah dan tinggal bersama suami, dalam waktu singkat sang Puteri Nan Elok Jelita menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan pasangan hidupnya ini dalam berbagai segala hal. Kepribadian mereka berbeda, dan sang Puteri Nan Elok Jelita sangat marah dengan banyak kebiasaan pasangan hidupnya yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Hari demi hari, minggu demi minggu, sang Puteri Nan Elok Jelita dan pasangan hidupnya tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk, karena berdasarkan tradisi dari kerajaan sang Puteri Nan Elok Jelita taat akan aturan dan berjiwa tegas membuatnya semakin tidak nyaman, tetapi sang Puteri Nan Elok Jelita harus taat kepada lingkungan sekitarnya.

Semua permasalah yang terjadi membuat semakin tidak nyaman dan mengakibatkan sang Puteri Nan Elok Jelita itu ada dalam stress yang besar. Akhirnya, sang Puteri Nan Elok Jelita tidak tahan lagi dengan kebiasaan buruk dan dominasi pasangan hidupnya, dan dia memutuskan untuk melakukan tindakan apa yang menurutnya benar.sang Puteri Nan Elok Jelita pergi menemui seorang tukang tenong, sang Puteri Nan Elok Jelita lalu menceritakan apa yang dialaminya dan meminta bantuan untuk meringankan kepedihan hatinya dan dapat melakukan keinginannya untuk membunuh pasangan hidupnya supaya semua kesulitannya selesai. Tapi dengan catatan sang Puteri Nan Elok Jelita tidak ingin ia terlibat dan diketahui oleh oring lain dengan memberikan persyaratan agar pasangannya dapat mati dengan perlahan lahan. Sang tukang tenong berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, sang Puteri Nan Elok Jelita saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta.sang Puteri Nan Elok Jelita menjawab,"Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta."tukang tenong masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong benda seperti pasir yang halus . tukang tenong memberitahu sang Puteri Nan Elok Jelita , "Kamu tidak boleh menggunakan racun yang be-reaksi cepat untuk menyingkirkan pasangan hidupmu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah benda yang halus yang secara perlahan akan meracuni tubuh pasanganmu yang kamu benci.

Setiap hari masakkan masakan kesukaannya dan kemudian campurkan sedikit sejumlah benda yang halus ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang Raja." sang Puteri Nan Elok Jelita sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulat rencana menyingkirkan orang yang telah mengkhianatinya.

Minggu demi minggu berlalu, dan berbulan bulan berlalu, dan setiap hari, sang Puteri Nan Elok Jelita melayani pasangan hidupnya dengan masakan yang dibuat secara khusus. sang Puteri Nan Elok Jelita ingat apa yang dikatakan tentang menghindari kecurigaan, mentaati, memperlakukan sang Raja dengan sangat baik dan bersahabat. Walaupun terkadang masakannya tidak pernah disentuh sang raja, tetapi sang Puteri Nan Elok Jelita terus dengan sabar membuatkan masakan kesukaannya.Setelah enam bulan, seluruh ternyata keadaan telah berubah sang Puteri Nan Elok Jelita telah belajar mengendalikan situasi begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah dalam kekecewaan walaupun perilaku yang dibuatnya seperti Raja menjadi meraja lela, . Dia tidak menunjukkan rasa ketidak puasannya sedikitpun, ternyata akhirnya hati pasangan mulai tersentuh dan sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mulai memperbaiki kebiasaannya yang dianggap tidak baik.Sikap pasangannya mulai berubah, dan dia mulai menyadari sendiri kebiasaannya. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa dirinya telah menarik diri dari hal hal yang selama ini dilakukan bersama mereka dan dianggap sang Puteri Nan Elok Jelita tidak baik.

Satu hari, sang Puteri Nan Elok Jelita datang menemui tukang tenong kembali dan minta pertolongan lagi. Dia berkata, Bapak tukang tenong yang baik, tolonglah saya untuk mencegah reaksi sejumlah benda halus itu agar tidak menjadi bereaksi membunuh pasangan hidup saya, karena dia telah berubah menjadi sangat baik dan saya mengasihinya. Saya tidak ingin menyingklirkannya karena sejumlah benda halus yang saya berikan."Tukang tenong yang baik hati tersenyum dan mengangkat kepalanya. sang Puteri Nan Elok Jelita , tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu benda yang membahayakan pasangan hidupmu. Melainkan yang saya berikan adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. Satu-satunya benda halus yang dapat mematikan itu yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih dan pengampunan yang engkau berikan padanya."

*terinspirasie:: kisah seorang teman::
Teman, pernahkah engkau menyadari bahwa sebagaimana perlakukanmu terhadap orang lain akan sama dengan apa yang akan mereka lakukan terhadap kita ?




.