ketiga tatahan bentengmu
dua makna kekuatan semesta,
satu perbatasan sahara
semburat senja merona berpangku tangan
menderu angin selatan,
mencadikmu bertanta dua makna menggenapkan,
Lantunan suara gemuruh Langit dipelukan peraduanmu,
sekuntum penantian berkelopak
bermandi tetesan hujan kasih,
melintasi tatahan wahai sang juru penyelamat
dibalik awan memutih,
sekali lagi cakrawala mencatat
kemolekan tarian hujanmu
desah cakrawala satuan akral persimpangan rasa,
menitah ujung jenjangmu
bersutera jemari dipelukan makna,
senjamu merenda kehangatan malam
dipelupuk mata bercahaya gemintang,
menggaris kekuatan meraut paras berbalut gaun saga,
dentingan naluri bermega tersesap membuai bahana
ketika malam tanganmu menggenggam seribu tantra,
membalut separuh nafas berpelangi sepertiga malam,
untaian simponi musim kupu kupu
menari bidadari didepan gerbang,
hamparan lukisan kertas putih menggenapkan
tatahan kecil berjajar waktu,
satu pelukan tersesap kesejukan mengalir
rongga kehidupan
kisah antahberantah dikitab purba
menikam jemari makna,
ketiga tatahan bentengmu
menggema kekuatan semesta,
seketika terlahir kembali membentang
dua makna kekuatan semesta,
seluruh cakrawala melintasi
satu perbatasan sahara
dipelukan kekuatan semestagelombangmu kian memaknai setitik jejak
di setiap lorong waktu,
seberkas cahaya memutihkan
persembunyian cadik berdekapan
titik palung lautan,
seketika badai melempar tiga makna
putaran mencadik,
perlahan jantungmu berdetak
diterpa tirta membening,
merenda lautanmu selembut deburan pantai kuta
menggelegar desah pantai sanur
:04
.