Showing posts with label Enjeru Tenshi. Show all posts
Showing posts with label Enjeru Tenshi. Show all posts

Friday, 21 October 2011

*65




: satu merenda dua
rubuse tatahan kaba




satu rubuse tatahan kaba
memeluk mayangmu mengalir sungai purba
tiada tertetak menggenapi
Lingkaran paras membumi,
menggema lima sutera jemarimu
terpahat lukisan kekuatan singgasana
bermahkota ratu berpelangi,
peraduan panjang menjelma t
ulisan rubuse tatahan kaba
jelita menjelma

dua rubuse tatahan kaba
menggema lima sutera jemarimu
terpahat lukisan kekuatan singgasana
bermahkota ratu berpelangi,
bercorak lukisan tatahan
bendera merah memutihkan perjalanan
sebutir jelitamu,

Lipatan kain bertatah pelangi
menggenapkan mayangmu menggaris Lurus,
lautan matamu tersesap
jantungku malam ini



rubuse
1:2




.

Tuesday, 18 October 2011

*58

:menggaris tiga silang
dua garis berpalang empat,



sepenggal titisan antahberantah
menggema bentangan ufuk timur,
menatah awal menggaris tiga silang
pintaku menetak dua garis berpalang empat,
mentari melempar peluh dihamparan samudera
memuja detak ufuk barat,
gelora angin senja menenun mayangmu
beraroma secawan makna

memujamu para tertatah perisai berbalut bara
diujung pedang bermata dua,
ketika bentangan lautan terlahir membirukan
lengkungan tubuhmu membahana,
serpihan langit tertikam tatapan saga
para ares berdenting persembahan matahari,
dipenghujung pertarungan langit membumi
kepakan sayapmu berlapis lentingan api



:12



.

Tuesday, 11 October 2011

*50




: aimme terjemahan lukisan
simponi pelangi kasih,


menyitirmu warna berdesah
ritme perjalanan
memuja lengkungan pantai,
aimme terjemahan lukisan
menggelegar simponi halilintar
berkanvas pelangi kasih,

menepi lantunan ombakmu
lautan bersimponi hari,
bentangan malam
memuja utara berbalut istana salju,
para kitab titisan kekaisaran
bersyair makna keabadian

meniti bentangan bukit
melintasi ruang makna bertanah basah,
bukit randu menjuntai jemari indah
beraroma bambu,
alunan gamelanmu tersesap jantung
melukis secangkir kekuatan makna,
sentuhan candilmu membahana
perbatasan sepertiga malam,




:10



.

Tuesday, 4 October 2011

*36

ketiga tatahan bentengmu
dua makna kekuatan semesta,
satu perbatasan sahara



semburat senja merona berpangku tangan
menderu angin selatan,
mencadikmu bertanta dua makna menggenapkan,
Lantunan suara gemuruh Langit dipelukan peraduanmu,
sekuntum penantian berkelopak
bermandi tetesan hujan kasih,
melintasi tatahan wahai sang juru penyelamat
dibalik awan memutih,
sekali lagi cakrawala mencatat
kemolekan tarian hujanmu


desah cakrawala satuan akral persimpangan rasa,
menitah ujung jenjangmu
bersutera jemari dipelukan makna,
senjamu merenda kehangatan malam
dipelupuk mata bercahaya gemintang,
menggaris kekuatan meraut paras berbalut gaun saga,
dentingan naluri bermega tersesap membuai bahana

ketika malam tanganmu menggenggam seribu tantra,
membalut separuh nafas berpelangi sepertiga malam,
untaian simponi musim kupu kupu
menari bidadari didepan gerbang,
hamparan lukisan kertas putih menggenapkan
tatahan kecil berjajar waktu,
satu pelukan tersesap kesejukan mengalir
rongga kehidupan

kisah antahberantah dikitab purba
menikam jemari makna,
ketiga tatahan bentengmu
menggema kekuatan semesta,
seketika terlahir kembali membentang
dua makna kekuatan semesta,
seluruh cakrawala melintasi
satu perbatasan sahara
dipelukan kekuatan semesta



gelombangmu kian memaknai setitik jejak
di setiap lorong waktu,
seberkas cahaya memutihkan
persembunyian cadik berdekapan
titik palung lautan,
seketika badai melempar tiga makna
putaran mencadik,
perlahan jantungmu berdetak
diterpa tirta membening,
merenda lautanmu selembut deburan pantai kuta
menggelegar desah pantai sanur




:04



.