Showing posts with label enam lapisan. Show all posts
Showing posts with label enam lapisan. Show all posts

Sunday, 4 March 2012


:

benderang memuja enam pantulan cermin jiwa membahana
satu pelukan merenda kekuatan kasih memuja matahari
memuja jiwa menatah raga bersatin kelembutan semesta
ketika lengkungan belantara mengurai dua tatahan makna asa
melintasi perbatasan pancak membinar menara bertahta
dipenghujung senja kutulis penantian panjang melintasi malam
perlahan peraduan panjang meronce mimpi pelukan bermakna
sentuhan simponi berkumandang tarian hujan menggema




.

Thursday, 20 October 2011

*63

: menitah kekuatan menikam
kitab cinta kasih,



Lukisan dini hari bergelora lautan
bertajuk kabut menggema,
remang candilmu membahana salam maria,
menitah kekuatan menikam kitab cinta kasih,
mengema enam lapisan tatahan
kekuatan gemericing berperisai,

menjelma secawan anggurmu
tercecap kobaran bersemayam hakekat,
ujung sutera jemarimu
bersimponi dipuncak lukisan kata




:17



.

*62

: membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,




membentang enam lapisan lingkaran
memuja detak roda menatah
tulisan nasib berbalut warna kian membiru,
perjalanan kehidupan membumi
menjaring nafas kematian mencadikmu,
serpihan altar mengembang layar
menggenapkan ujung malam memeluk matamu,

membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,
serpihan angin malam
meronce tabir seribu jendela,
ujung sutera jemarimu bersimponi
dipuncak lukisan kata
mengepak larmu membasuh peraduan

membentang enam lapisan rianamu berpita putih
menggema hamparan setitik perjalanan
menikam tebing terjal,
desah sang bayu membuai waktumu
menuai dahaga penantian,
menatah mata di tangga kakimu
menjejak pura bunda
tersesap kekuatan aroma keabadian,
lengkungan simponi menggema
sayap bidadari menggading
dicawan perjamuan
tertuang anggur kasihmu

membentang enam lapisan menatah lengkungan
bibir lautan menggema,
berjajar pohon cendana mengharumkan
perjalanan dewa dewi khayangan,
lukisan alunan gemericing dasar samuderamu
bertatah Zamrud membahana,
sebait mantra antahberantah
membelah cakrawala gundukan malam,
hembusan angin selatan menetak warna nafasmu
menguntai kosa malam,
sementara aliran darah menggema
pujian dewata berperisai makna




:20



.