:
membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,
membentang enam lapisan lingkaran
memuja detak roda menatah
tulisan nasib berbalut warna kian membiru,
perjalanan kehidupan membumi
menjaring nafas kematian mencadikmu,
serpihan altar mengembang layar
menggenapkan ujung malam memeluk matamu,
membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,
serpihan angin malam
meronce tabir seribu jendela,
ujung sutera jemarimu bersimponi
dipuncak lukisan kata
mengepak larmu membasuh peraduan
membentang enam lapisan rianamu berpita putih
menggema hamparan setitik perjalanan
menikam tebing terjal,
desah sang bayu membuai waktumu
menuai dahaga penantian,
menatah mata di tangga kakimu
menjejak pura bunda
tersesap kekuatan aroma keabadian,
lengkungan simponi menggema
sayap bidadari menggading
dicawan perjamuan
tertuang anggur kasihmu
membentang enam lapisan menatah lengkungan
bibir lautan menggema,
berjajar pohon cendana mengharumkan
perjalanan dewa dewi khayangan,
lukisan alunan gemericing dasar samuderamu
bertatah Zamrud membahana,
sebait mantra antahberantah
membelah cakrawala gundukan malam,
hembusan angin selatan menetak warna nafasmu
menguntai kosa malam,
sementara aliran darah menggema
pujian dewata berperisai makna
:20
.