:
menggaris tiga silang
sepenggal titisan antahberantah menggema bentangan ufuk timur,
menatah awal menggaris tiga silang pintaku menetak dua garis berpalang empat,
mentari melempar peluh dihamparan samudera memuja detak ufuk barat,
gelora angin senja menenun mayangmu beraroma secawan makna
***
:I will fly high into the sky with all the dreams and all my inspiration:
Showing posts with label angka. Show all posts
Showing posts with label angka. Show all posts
Friday, 5 July 2013
Monday, 21 November 2011

:warnawarna bunyibunyi
warnabunyi bunyiwarna
bergetar simponi merona sewarna
makna cinta senada keabadian,
bentangan bunga bunga menuai pewarna
berjuta damai jiwa,
dentingan desah kerinduan
mewarnai tatahan meragam para warna,
---- warna warna ♥
melintas rimba retina kerinduan
membentang warna memintal warna,
Lukisan mata menggema purba
selaksa telapak tangan menetak gema,
gemericing bunyi genta bersenda
menyelami sebutir takdir bunyi sukma,
percikan rona-rona keemasan melukis warna
menikahi bunyi lentingan cinta
----- warna warna ♥
melintas rimba retina kerinduan
membentang warna,
memintal dinihari
pada lantunan kerinduan nan ritmis warna,
berdentang bunyi Lonceng
titisan paragraf usang
tertetak bunyi mendesah angin,
sebutir takdir
melingkar bunyi kosa bersajak warna
berbebat lantunan gamelan cinta
----- warna warna ♥
tali persembahan langit merongga warna
mencumbu labirin memintal desah,
aliran bengawan mendetak kerinduan warna,
gemericik bunyi batang air
tersesap bunyi
hujan rintik berpeluh embun dinihari,
sebutir takdir
gerimis menetak
bunyi rama berwarna shinta
----- warna warna ♥
merabung desah bertatah warna
bayangan tarian hujan dewa dewi,
bentangan dua jendela
bersusun sirih bercorak warna,
mendentang
gelombang lautan membiru warna,
menggema simponi alam menikahi bunyi
mencumbu bunyi metamorfosis,
sebutir takdir menjelang lengkungan tubuh
warna telanjang membuncah
serpihan bunyi terbata
----- warna warna ♥
warnawarna
bunyibunyi
warnabunyi
21:11:11
13:16:16
.
Sunday, 20 November 2011

:perbatasan sepinggan malam
berbaris dua labirin,
perbatasan sepinggan malam
menggema rintik hujan
berbaris dua labirin,
menatahmu satu berdentang tiga
lukisan empat penjuru angin,
kelokan kelam malam
menikam kerinduan
diperbatasan tetesan embun,
ketika matahari memuja benderang
desahmu memuja satu disatukan
memutih dinding makna
seketika tatahan maknamu melipat asa
memutar lingkaran waktu memuja waktu
lentingan angin mencumbu perbatasan
saat matahari terbenam berkumandang
sentuhan detak cakrawala keheningan
merangkai tarian hujan kehidupan,
satu sudut pegunungan bertiup kesejukan
memeluk cinta berbalut kasih ibunda alam,
19:11:11
23:34bbww
.
Saturday, 19 November 2011
:memujamu tiada akhir
I adore U
sebelum matahari mencumbu ufuk timur
sebelum matahari mencumbu ufuk barat
--- memujamu tiada akhir ♥
dentingan hembusan angin tersesap
menggerai mayangmu menetak gundah,
ketika bentangan pertama menikam
rengkuhan berderai setetes aluran jejak,
kuntum mengembang gemintang
menuai detak malam,
bentangan cakrawala tertatah desah
--- memujamu tiada akhir ♥
dentingan desah menggemericing
pusaran gelombang lautanmu,
hamparan samudera mimpi mengulam
aroma tubuh telanjangmu,
taburan gemintang menikahi tarian hujan
berperahu para mega,
sebutir kerinduan berbisik
pelukan menggema palung kedahagaan
--- memujamu tiada akhir ♥
tersulam dahaga kian membahana
ketika bentangan dedaunan mencumbu bumi,
lintasan cakrawala bersenandung
kerinduan kepakan larmu berbisik,
langit melingkupi bumi berjubah
kehausan hati bercorak lengkungan satin,
Matahari menatah rembulan terpahat karang,
--- memujamu tiada akhir ♥
ruatan alam berlayar
membelah lautan luas
menyentuh jantungmu angkasa,
tertatah awang awang kerinduan
berpendar melintasi pasir putih tiada bertepi,
mendetak desah mengembara bulatan Langit
bersimpuh aroma adat tanah,
berbalut bayangan bumantara empat penjuru angin
membening danau matamu,
ketika kaki langit mencium ufuk beraroma bambu
tertatah tenunan mantra,
--- memujamu tiada akhir ♥
tersesap alam semesta lukisan candra mata
berlutut makna cahaya persembahan,
dentingan simponi pohon pinus memukai gua bermakna,
persembahan permata jiwa bertatah
lengkungan parasmu sang juwita,
ketika lukisan intan bermahkota kasih
membirukan perjalanan
--- memujamu tiada akhir ♥
satu disatukan berdetak langkah
memukau rembulan menimang matahari,
simponi kabut berkuala embun
membuncah deburan gelombang ombakmu,
Langit menitah penat dilintasan
pertengahan jeda tercecap pusaran mimpi,
ketika puncak kerinduan berlayar
dipelukan palung hamparan samudera membiru,
geliat perahu tertikam gelombang
kerinduan berpayung kerlipan gemintang
--- memujamu tiada akhir ♥
Kala detak membuncah perbatasan
kerinduan menguntai rasa gundah
jejak meniti arah empat penjuru angin
berbalut cahaya kunang-kunang,
berpendar malam merenda setitik cahaya
menelan asa bermakna
--- memujamu tiada akhir ♥
ukiran mata menjelma ukiran berfidah
menatah cagak kerinduan,
simponi cadikmu menggema perbatasan
lantunan selaka membingkai perjalanan,
warna keperakan menggelora desah
menjari lautan tertuang selat menikam,
cakrawala bertabir galuh mayang
menikam siang menenun malam,
--- memujamu tiada akhir ♥
Lukisan keheningan bertatah bayang bayang
kian menjejak makna cakrawala,
kekuatanmu trisakti bertahta cinta
membalut kasih matahari tersesap rembulan,
--- memujamu tiada akhir ♥
.
Wednesday, 16 November 2011
:berdenting
gelombang membuncah
lirih dinar menatah jiwa,
membentang satu titisan
mata menguntai isyarat arah
memukau ujung sutera jemarimu,
dipelukan hamparan Lautan
menguntai palung kasih
berdenting gelombang membuncah
lirih dinar menatah jiwa,
perbatasan selat tertetak
nuansa samudera membahana,
menjelma bisikanmu bertatah janin
bertinta kerinduan merasuki
lukisan asa cakrawala
kotakembang*
16/11*13:49
.
Label:
1,
angka,
berdenting dinar,
merenda Lautan
:torehan paripurna satinmu menghitam
paripurna beluderu merah makna
menguntai akhiran
"Satu Makna bentangan Cakrawala tiada Terbatas”
mengulam jejak awalan angka sebelas tergaris duabelas,
tubuhmu bentangan Langit berpuncak pegunungan
menjelma bidadari Lautan nan membirukan,
menguntai kitab usang dibelahan takdir
matahari menimang rembulan ditiga lintasan,
torehan paripurna satinmu menghitam
paripurna beluderu merah makna
.
paripurna beluderu merah makna
menguntai akhiran
"Satu Makna bentangan Cakrawala tiada Terbatas”
mengulam jejak awalan angka sebelas tergaris duabelas,
tubuhmu bentangan Langit berpuncak pegunungan
menjelma bidadari Lautan nan membirukan,
menguntai kitab usang dibelahan takdir
matahari menimang rembulan ditiga lintasan,
torehan paripurna satinmu menghitam
paripurna beluderu merah makna
.
Saturday, 12 November 2011
:bentangan lentera memancarkan kirana satu
merenda dua pendar membahana ujung sutera
matahari tertidur dipelukan rembulan
aliran sungai kerinduan menerpa bebatuan
kepakan larmu menggema musim kumbang
menyatu maknamu berlingkaran Alif
bermakna tatahan tertetak lautan membentang
seketika mencadikmu menggema membuka awalan
tersulam menggaris pelangi menutup akhiran,
hamparan lautan menggenapkan kerinduan
satu titik nafas disatukan perjalanan
menggema tiga belahan kehidupan menjiwa
para dedaunan tertiup sang bayu menggelegar
seutas tulisan terlipat dipucuk pohon kehidupan
meniti tujuh anak tangga membaca mantra
tetesan surga membasuh lengkungan paras
para dewa memeluk goresan antahberantah
bentangan lentera memancarkan kirana satu
merenda dua pendar membahana ujung sutera
pelukan satinmu bersimponi tersalibkan
peraduan panjang mengulam tungku sunyi
ketika lantunan angin selatan menderu
menatah jejakmu dinihari tiada terhenti
matahari membuai rembulan menggema ufuk timur
rembulan mencumbu matahari menuai ufuk barat
.
merenda dua pendar membahana ujung sutera
matahari tertidur dipelukan rembulan
aliran sungai kerinduan menerpa bebatuan
kepakan larmu menggema musim kumbang
menyatu maknamu berlingkaran Alif
bermakna tatahan tertetak lautan membentang
seketika mencadikmu menggema membuka awalan
tersulam menggaris pelangi menutup akhiran,
hamparan lautan menggenapkan kerinduan
satu titik nafas disatukan perjalanan
menggema tiga belahan kehidupan menjiwa
para dedaunan tertiup sang bayu menggelegar
seutas tulisan terlipat dipucuk pohon kehidupan
meniti tujuh anak tangga membaca mantra
tetesan surga membasuh lengkungan paras
para dewa memeluk goresan antahberantah
bentangan lentera memancarkan kirana satu
merenda dua pendar membahana ujung sutera
pelukan satinmu bersimponi tersalibkan
peraduan panjang mengulam tungku sunyi
ketika lantunan angin selatan menderu
menatah jejakmu dinihari tiada terhenti
matahari membuai rembulan menggema ufuk timur
rembulan mencumbu matahari menuai ufuk barat
.
*1311LL*

:Lormu Kidul
Wetanku Kulon
menatah makna Lor terbentang
Lor Kulon bertaburan Lor Wetan,
sepenggal kilasan Kidul
terpukau Kidul Wetan
bermahligai Kidul Kulon,
hamparan cinta melukis jiwa wetan
menggema kasih tatahan Kulon,
separuh detak Langit Kidul
tergenapi bumi Lor membahana
sabda Lor merenda butiran butiran
Lor Kulon bertaburan Lor wetan mutiara mutiara,
lingkaran tatahan kilasan kidul
terpendar Kidul Wetan bertatah Kidul Kulon,
kirana Cinta menikam detak Wetan
menoreh kasih lautan Kulon,
Lintasan cakrawala langit Kidul menggenapi
pencerahan bumi Lor pencerahan kitab usang
selaput lingkaran mata menggema Lor
menitis Lor Kulon bertirai Lor Wetan,
menggaris enam lentingan Kidul
mencumbu dua lingkaran Kidul Wetan
bersemayam Kidul Kulon,
setitik cinta menatah jiwa wetan lautan
mencandi kasih mahligai Kulon,
menggema langit Kidul
mencumbu empat penjuru angin bersatin
bumi Lor berbalut ukiran beruga
ketika satu Lor jemarimu bersatu parasku
berpelangi Lor Kulon mengukir dentingan Lor Wetan,
menggema tungku Kidul melukis lingkaran
berpelangi Kidul Wetan menguning dedaunan
menitis Kidul Kulon,
gelora gelombang lautan Kulon menitah
sang mahkota Langit Kidul memuja tarian hujan
relung bumi Lor berkalung keheningan purba
menenun benang Lor memikat aroma bambu Lor Kulon
bersahaja melintasi tebing terjal Lor Wetan,
desah lautan dipelukan Kidul memecah batu karang
Kidul Wetan membuih aliran sungai pegunungan Kidul Kulon,
ketika matahari menikam Kulon bermakna
langit Kidul mengekalkan pusaran
arus bumi Lor berpalung terdalam
dibentangan Lor bermakna Lor Kulon tertatah Lor Wetan,
menikam Kidul terlukis Kidul Wetan mencandi Kidul Kulon,
mencumbu empat penjuru angin Kulon dibentangan
langit Kidul penuh keabadian bumi Lor membahana
4sTage
1311LL
.
Wednesday, 9 November 2011
:ufuk timur memuja tetesan embun
tertatah dedaunan mencadikmu
ufuk timur memuja tetesan embun tertatah dedaunan
satu kata menggema tanya memuja cakrawala makna
sebaris tatapan bertangkup tangan memuja puja,
tetesan langit membuncah lintasan membumi
semesta alam menikahi pagi bertaut sukma
menjejak lukisan awal menggenapkan akhir
dipenghujung lengkungan tanjung karang terselimuti
cinta kasih memuja sentuhan kosa laksana dewata
tersesap sentuhan lautan tiada terbatas rasa
lengkungan tubuhmu menyatu tungku kian membara
mendetak aliran nafasmu berkerata kencana
deburan ombakmu kian membuih dipenggalang makna
putaran waktu menjelam seutas kerinduan
para mantra menguntai selembar alam semesta
membiru tatapan menuai desah lautan terpasang
butiran pasir putih tersesap pusaran mega
laksana sang bayu mencandi nafas jiwa
.
tertatah dedaunan mencadikmu
ufuk timur memuja tetesan embun tertatah dedaunan
satu kata menggema tanya memuja cakrawala makna
sebaris tatapan bertangkup tangan memuja puja,
tetesan langit membuncah lintasan membumi
semesta alam menikahi pagi bertaut sukma
menjejak lukisan awal menggenapkan akhir
dipenghujung lengkungan tanjung karang terselimuti
cinta kasih memuja sentuhan kosa laksana dewata
tersesap sentuhan lautan tiada terbatas rasa
lengkungan tubuhmu menyatu tungku kian membara
mendetak aliran nafasmu berkerata kencana
deburan ombakmu kian membuih dipenggalang makna
putaran waktu menjelam seutas kerinduan
para mantra menguntai selembar alam semesta
membiru tatapan menuai desah lautan terpasang
butiran pasir putih tersesap pusaran mega
laksana sang bayu mencandi nafas jiwa
.
: matahari menitis rembulan
berpelukan gemintang berpendar
Kosamu membentang tatahan jiwa berpena
laksana makna menitis goresan semesta alam raya,
sebutir perjalanan menuai asa cita menikahi cinta,
lingkaran Larmu menggenapkan cakrawala
merajut benang berpelangi makna
kosamu membentang tatahan makna merangkai kata
melahirkan dua perjalanan menghitam terputihkan,
Lukisan langit menggores tinta makna
menitah asa berpalung kian membumi,
matahari menitis rembulan berpelukan
gemintang bertirai cahaya malam berpendar
.
berpelukan gemintang berpendar
Kosamu membentang tatahan jiwa berpena
laksana makna menitis goresan semesta alam raya,
sebutir perjalanan menuai asa cita menikahi cinta,
lingkaran Larmu menggenapkan cakrawala
merajut benang berpelangi makna
kosamu membentang tatahan makna merangkai kata
melahirkan dua perjalanan menghitam terputihkan,
Lukisan langit menggores tinta makna
menitah asa berpalung kian membumi,
matahari menitis rembulan berpelukan
gemintang bertirai cahaya malam berpendar
.
Tuesday, 8 November 2011
: bertabir tengan menggema
menisik angin lautan berbisik aroma senja,
bertaburan buih ombakmu merona cakrawala,
melukis pelangi bertabir tengan menggema
tatapan empat penjuru angin,
sentuhan detak nafas romansa cinta
mengggenapkan titisan malam,
para tian tertetak metaji
tetesan hujan antahberantah
.
menisik angin lautan berbisik aroma senja,
bertaburan buih ombakmu merona cakrawala,
melukis pelangi bertabir tengan menggema
tatapan empat penjuru angin,
sentuhan detak nafas romansa cinta
mengggenapkan titisan malam,
para tian tertetak metaji
tetesan hujan antahberantah
.
:menggema bayangan
merenda cahaya moksa
taburan gemintang berpendar
merengkuh langit membahana
tersesap langkahmu,
Lukisan kosamu semenanjung
menetak gelombang lautan menggelora,
menggema bayangan merenda cahaya moksa
dipelukan awan mengatup mata,
diperbatasan senja serpihan jingga
membenam matadewa kian menyihir sukma,
sekuntum keheningan mencumbu paras
gemintangmu menggelora lautan kasih
merenda cakrawala mendetak nadi
bertatah doa dan mantra,
memukau dinding relung jiwa
mengukir candi raga menuai asa,
lintasan rinai menisik bening mata
melingkupi nafas menghujan
.
merenda cahaya moksa
taburan gemintang berpendar
merengkuh langit membahana
tersesap langkahmu,
Lukisan kosamu semenanjung
menetak gelombang lautan menggelora,
menggema bayangan merenda cahaya moksa
dipelukan awan mengatup mata,
diperbatasan senja serpihan jingga
membenam matadewa kian menyihir sukma,
sekuntum keheningan mencumbu paras
gemintangmu menggelora lautan kasih
merenda cakrawala mendetak nadi
bertatah doa dan mantra,
memukau dinding relung jiwa
mengukir candi raga menuai asa,
lintasan rinai menisik bening mata
melingkupi nafas menghujan
.
Sunday, 6 November 2011
:
tetesan belantara Langit diperbatasan badai
menikam hujan satu disatukan,
ujung suteramu menatah enam menggaris hitam
dua lengkungan memutihkan,
deburan ombak tersesap batu karang
menatah tangga lingkaran emas melebur makna,
kilatan halilintar memutar pedang bermata dua
tatanan purba selaksa
tetesan belantara Langit diperbatasan
melarung aliran embun menetak dinihari,
ketika takdir melipat kuasa perjalanan usang
membungkam muara kasih,
serpihan buihmu tersesap lantunan
simponi antahberantah memuja senja menjingga,
sentuhan tirta menggenapkan sepi
mengulam beku dipelukan paras waktu
tetesan belantara Langit diperbatasan
titisan awan memukau labirin pelangi,
bentangan benang mengukir empat penjuru angin
tatahan warna merona,
lukisan tarian hujan menjelma lengkungan
tubuhmu bergetar nadi membumi,
penggalang dermaga menulis takdir
melipat kuasa perjalanan usang kasih,
tepian pantai merenda lautan membiru surga
menembus pori-pori makna
tetesan belantara Langit diperbatasan getaran
perlahan merentang kiranamu,
butiran hujan bersenandung gubahan
menderas perjalanan purba,
kosamu mencumbu liat pinggang langit
berpalung membumi
golden
2011
.
tetesan belantara Langit diperbatasan badai
menikam hujan satu disatukan,
ujung suteramu menatah enam menggaris hitam
dua lengkungan memutihkan,
deburan ombak tersesap batu karang
menatah tangga lingkaran emas melebur makna,
kilatan halilintar memutar pedang bermata dua
tatanan purba selaksa
tetesan belantara Langit diperbatasan
melarung aliran embun menetak dinihari,
ketika takdir melipat kuasa perjalanan usang
membungkam muara kasih,
serpihan buihmu tersesap lantunan
simponi antahberantah memuja senja menjingga,
sentuhan tirta menggenapkan sepi
mengulam beku dipelukan paras waktu
tetesan belantara Langit diperbatasan
titisan awan memukau labirin pelangi,
bentangan benang mengukir empat penjuru angin
tatahan warna merona,
lukisan tarian hujan menjelma lengkungan
tubuhmu bergetar nadi membumi,
penggalang dermaga menulis takdir
melipat kuasa perjalanan usang kasih,
tepian pantai merenda lautan membiru surga
menembus pori-pori makna
tetesan belantara Langit diperbatasan getaran
perlahan merentang kiranamu,
butiran hujan bersenandung gubahan
menderas perjalanan purba,
kosamu mencumbu liat pinggang langit
berpalung membumi
golden
2011
.
Saturday, 5 November 2011
:ketika satu jemarimu
bersatu parasku
lengkungan pelangi mengukir kilatan
menyentuh benderang warna
sudut tungku memerah tertikam
membiru lautan semalam,
menguntai arah memuja
relung alam semesta
bertatah jendela mata,
ketika satu jemarimu bersatu parasku
melingkari ruatan langit membumi,
mencadikmu kerinduan tarian hujan
bersatu jiwa warna,
serpihan tetes hujanmu
membuncah tersesap kemuliaan
keheningan purba
.
bersatu parasku
lengkungan pelangi mengukir kilatan
menyentuh benderang warna
sudut tungku memerah tertikam
membiru lautan semalam,
menguntai arah memuja
relung alam semesta
bertatah jendela mata,
ketika satu jemarimu bersatu parasku
melingkari ruatan langit membumi,
mencadikmu kerinduan tarian hujan
bersatu jiwa warna,
serpihan tetes hujanmu
membuncah tersesap kemuliaan
keheningan purba
.
Thursday, 3 November 2011
*78
: matahari menikam rembulan
memetik gemintang,
lengkungan hamparan warna tanah
memuja makna dicadikmu melintasi
arah empat penjuru angin,
ketika matahari menikam makna
di peraduan rembulan memetik gemintang,
mendesah aroma tanah memukau
perjalanan mencumbu
lintasan tebing terjal,
hamparan lautan membiru
mengekalkan pusaran arus
palung terdalam,
tetesan hujan menggenapkan
desah angin malam tersesap aroma tanah
merenda gelombang tatahan ombak
memecah batu karang
.
memetik gemintang,
lengkungan hamparan warna tanah
memuja makna dicadikmu melintasi
arah empat penjuru angin,
ketika matahari menikam makna
di peraduan rembulan memetik gemintang,
mendesah aroma tanah memukau
perjalanan mencumbu
lintasan tebing terjal,
hamparan lautan membiru
mengekalkan pusaran arus
palung terdalam,
tetesan hujan menggenapkan
desah angin malam tersesap aroma tanah
merenda gelombang tatahan ombak
memecah batu karang
.
*77
: menitah jenjangmu berbalut tetesan
menggenapkan lukisan parasmu,
kerlipan lenteramu menggenapkan
dua lingkaran tertetak gerimis,
bentangan kecipak detak nafas
menitah jenjangmu berbalut tetesan
menggenapkan lukisan parasmu,
ketika lonceng berdentang hujan
kerinduan melukis lautan membiru,
berjajar lipatan memuja satu
menggaris dua tajuk bergenderang,
dipenghujung gerimis
lintasan dupa membahana
aroma bermakna
.
menggenapkan lukisan parasmu,
kerlipan lenteramu menggenapkan
dua lingkaran tertetak gerimis,
bentangan kecipak detak nafas
menitah jenjangmu berbalut tetesan
menggenapkan lukisan parasmu,
ketika lonceng berdentang hujan
kerinduan melukis lautan membiru,
berjajar lipatan memuja satu
menggaris dua tajuk bergenderang,
dipenghujung gerimis
lintasan dupa membahana
aroma bermakna
.
Wednesday, 2 November 2011
*75

: semilir sang bayu memuja setapak
menitah rumahmu disurga,
tabuhan gemericing menggema genta
hamparan lautan bersoneta
para kitab usang kanonika,
lukisan mantra membahana
dicakrawala altar menggenapkan
naskah langit bumi dipelukan
sekalian alam semesta,
desiran angin senja bermain
dikerlipan lampu meriap sudut
bentangan puncak langit,
lingkaran nafas menderu saga
menikam lintasan tersalibkan roh kudus,
tiga makna tersesap lengkungan
raja agung firman semesta alam,
perjanjian para nenek moyang
terhampar sabda langit bergelombang,
dipelukanmu bunda kutatah nafas sengsara
tertetak perjamuan panjang bercawan
meniti lukisan menggaris silang acnamu,
lantunan simponi mengekalkan
para jemari tersulam teduh kasih,
semilir sang bayu meremah dedaunan
memuja jalan setapak menuju rumahmu
misteri iman sakramental kesaksian
bentangan candela caedela sorga
ratumaria,
ruatandua
senjaXXXI
.
*74

:meniti serpihan empat ruatan
satu disatukan kerinduan
Satu bait dalam Lembaran kitab taurat
bertatah tafsir perjalanan zaman,
detak nadimu meringkuk kosa
hamparan susunan kertas usang,
cakrawala menulis tarian hujan
berserambi irama nafas satu disatukan,
ujung sutera awan menggelung perlahan
menatah piahgawang bertekstur kata-kata,
ketika tetesan hujan rintik meriap
lapisan putihmu kian memutihkan bumi,
dipenghujung kosa bertaburan
semerbak aroma kembang kebun kopi,
berjuta tatahan mencandi pertarungan
detak nadi meniti cakrawala makna,
seketika aliran darah tertetak
kekuatan kitab purbamu menyulam hari:
sentuhan dasar samudera mencengkram
lingkaran parasmu riakan gelombang,
aliran sungaimu menggema tikaman
langkah jenjangmu menggenapkan
satu dua menjurai satu satu,
dibarisan dua berwarna enam
melantun mayangmu berderai
tersapu angin malam
lukisan bisikan suara firman,
seketika jantungku terhenti
tertetak bentangan dua sayap
bertangga kecupan kasih keabadian,
hujan menoreh warna tersesap jiwa
meniti serpihan empat ruatan
satu disatukan kerinduan
ruatan:
empat
.
*73
:langit melukis magenta
memeluk liat pinggang membumi,
desah ombak perlahan tenggelam
mencumbu dermaga bersimponi aroma bambu,
menghembuskan nafas diwajah langit
perlahan mengecup kuncup membumi,
serpihan sutera kanan lautan menggema
puncak pohon pinus
mencumbu arah empat penjuru angin,
sementara lidah api menjilati sumbu khandilmu
penuh keabadian kian menggema
cakrawala menatah pelangi berhelai kedua
ujung sutera melingkari detak nafas membumi,
langit melukis magenta memeluk liat pinggang
sentuhan kuasmu membahana kanvas membumi,
serpihan desah nafas mencumbu jantung
tersesap kekuatan sentuhan puncak makna,
musim kupu kupu melintasi
perjalanan langit membumi
menyelaras kutipan gemintang
magenta
02:11
.
memeluk liat pinggang membumi,
desah ombak perlahan tenggelam
mencumbu dermaga bersimponi aroma bambu,
menghembuskan nafas diwajah langit
perlahan mengecup kuncup membumi,
serpihan sutera kanan lautan menggema
puncak pohon pinus
mencumbu arah empat penjuru angin,
sementara lidah api menjilati sumbu khandilmu
penuh keabadian kian menggema
cakrawala menatah pelangi berhelai kedua
ujung sutera melingkari detak nafas membumi,
langit melukis magenta memeluk liat pinggang
sentuhan kuasmu membahana kanvas membumi,
serpihan desah nafas mencumbu jantung
tersesap kekuatan sentuhan puncak makna,
musim kupu kupu melintasi
perjalanan langit membumi
menyelaras kutipan gemintang
magenta
02:11
.
Label:
angka,
aroma bambu,
magenta,
merenda Lautan
Subscribe to:
Posts (Atom)

