Showing posts with label tantra. Show all posts
Showing posts with label tantra. Show all posts

Thursday, 20 October 2011

*62

: membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,




membentang enam lapisan lingkaran
memuja detak roda menatah
tulisan nasib berbalut warna kian membiru,
perjalanan kehidupan membumi
menjaring nafas kematian mencadikmu,
serpihan altar mengembang layar
menggenapkan ujung malam memeluk matamu,

membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,
serpihan angin malam
meronce tabir seribu jendela,
ujung sutera jemarimu bersimponi
dipuncak lukisan kata
mengepak larmu membasuh peraduan

membentang enam lapisan rianamu berpita putih
menggema hamparan setitik perjalanan
menikam tebing terjal,
desah sang bayu membuai waktumu
menuai dahaga penantian,
menatah mata di tangga kakimu
menjejak pura bunda
tersesap kekuatan aroma keabadian,
lengkungan simponi menggema
sayap bidadari menggading
dicawan perjamuan
tertuang anggur kasihmu

membentang enam lapisan menatah lengkungan
bibir lautan menggema,
berjajar pohon cendana mengharumkan
perjalanan dewa dewi khayangan,
lukisan alunan gemericing dasar samuderamu
bertatah Zamrud membahana,
sebait mantra antahberantah
membelah cakrawala gundukan malam,
hembusan angin selatan menetak warna nafasmu
menguntai kosa malam,
sementara aliran darah menggema
pujian dewata berperisai makna




:20



.

Tuesday, 6 September 2011

tantra




: Setetes api suci menggema
dipelupuk lautan pradya paramita,



Langkahku bertaburan gemintang
melukis langit guratan tangan,
Setetes api suci menggema
dipelupuk lautan pradya paramita,

Gemericing tiupan angin malam
meremang kudukmu perlahan,
Tatahan mencandi roman perjalanan
lubukku terdalam,
Mengenangmu rimbun pepohonan
berpayung hiasan pelangi
Tebing karang bercorak tantra
membahana para jiwa,

matahari tertatih meliuk sukma
terlempar cahaya gemintang
perlahan sentuhan beku
merenda tatapan hujan magismu
Langit membakar belantara tonggak bagian diri
penghujung bumi bergemuruh desah tetap membisu

Ketika keningmu menyentuh aroma tanah,
Belantara dunia memeluk palung hakekat
Penjelmaan kosamu mencadik barat,
diatas batur menggema anak tangga mahakalla,

jantungmu pembasuh laraku diatas selembar daun,
sejuk embunmu merenda saluran nafasku,
gemericik pancuran kasihmu mengalir deras,
ombakmu pasang menetak relung angin utara batur,
kesah getaran beratap bebatuan menghilang,
menuruni seutas pertempuran anak tanggamu




tebing karang
bercorak tantra
malang, 2008



.