
:meniti serpihan empat ruatan
satu disatukan kerinduan
Satu bait dalam Lembaran kitab taurat
bertatah tafsir perjalanan zaman,
detak nadimu meringkuk kosa
hamparan susunan kertas usang,
cakrawala menulis tarian hujan
berserambi irama nafas satu disatukan,
ujung sutera awan menggelung perlahan
menatah piahgawang bertekstur kata-kata,
ketika tetesan hujan rintik meriap
lapisan putihmu kian memutihkan bumi,
dipenghujung kosa bertaburan
semerbak aroma kembang kebun kopi,
berjuta tatahan mencandi pertarungan
detak nadi meniti cakrawala makna,
seketika aliran darah tertetak
kekuatan kitab purbamu menyulam hari:
sentuhan dasar samudera mencengkram
lingkaran parasmu riakan gelombang,
aliran sungaimu menggema tikaman
langkah jenjangmu menggenapkan
satu dua menjurai satu satu,
dibarisan dua berwarna enam
melantun mayangmu berderai
tersapu angin malam
lukisan bisikan suara firman,
seketika jantungku terhenti
tertetak bentangan dua sayap
bertangga kecupan kasih keabadian,
hujan menoreh warna tersesap jiwa
meniti serpihan empat ruatan
satu disatukan kerinduan
ruatan:
empat
.