Showing posts with label injilmu. Show all posts
Showing posts with label injilmu. Show all posts

Wednesday, 2 November 2011

*75




: semilir sang bayu memuja setapak
menitah rumahmu disurga,

tabuhan gemericing menggema genta
hamparan lautan bersoneta
para kitab usang kanonika,
lukisan mantra membahana
dicakrawala altar menggenapkan
naskah langit bumi dipelukan
sekalian alam semesta,

desiran angin senja bermain
dikerlipan lampu meriap sudut
bentangan puncak langit,

lingkaran nafas menderu saga
menikam lintasan tersalibkan roh kudus,
tiga makna tersesap lengkungan
raja agung firman semesta alam,
perjanjian para nenek moyang
terhampar sabda langit bergelombang,

dipelukanmu bunda kutatah nafas sengsara
tertetak perjamuan panjang bercawan
meniti lukisan menggaris silang acnamu,
lantunan simponi mengekalkan
para jemari tersulam teduh kasih,

semilir sang bayu meremah dedaunan
memuja jalan setapak menuju rumahmu
misteri iman sakramental kesaksian
bentangan candela caedela sorga



ratumaria,
ruatandua
senjaXXXI




.

Monday, 5 September 2011

kitab cakrawala




kitab cakrawala menyelimuti langit membumi,
pelangimu mengembang sayap
dipenghujung hujan berbilik jantungku,
ternggelam palung keabadian dermaga cinta kasihmu,
wahai bumi aku langitmu

kitab cakrawala melerai purba langit membumi,
mengasah pedang bermata dua
dipenghujung pembaringan memutihkan antahberantah,
ketika bumi memeluk pembaringan malam berkarat,

kitab cakrawala lapisan kasih perjalanan usang,
aroma tubuhmu mengharu lautan membiru,
dialtar purba tertatah lukisan Tuhan di keningku,

kitab cakrawala bertatah mata bersimponi altarmu,
senja dipenghujung nafas mencium jingga nan menjingga



menatahmu
tiada akhir:
04:09:11




.

Friday, 2 September 2011

setamanmu



: rangkaian bunga setamanmu

Ujung sutera jemarimu menatah bunga hujan setaman:
membentang lautan semalam, rintik hujan bertikar abu kematian,
desau angin bersulur genderang, tetesan embun cemburu menitik pagi

Ujung sutera sang bayu menatah bunga setaman:
bening untaian berlian bernas dimatamu,
dipersimpangan terketuk nada memuja hujan sebutir noktah,
malam bertaburan rinai gemintang usai menikahi tombak pusaka,

Ujung sutera jemari malaikatmu menghantar kosa ditepian karang terjal,
rumahku terkepung butiran pasit berseteru buih ombakmu,
ketika deru memacu tikungan terindah diperbatasan,
setaman bunga merangkai kabut di kaca berjendela seribu rupa

Ujung sutera lengkungan pelangi melukis kakiku diperigi lautan luasmu,
dalam palungmu tertetak pelukan tanda tanya,
lantunan simponi ombak melembar gelora membuih,
tebing karang terpaut terjal hamparan cakrawala membunuhmu,
ketika matahari melempar sengatan merayu sukma membuncah raga


Ujung sutera jemarimu menatah para ilalang kering :
membentang terbang diterpa angin selatan,
berjuta mimpi melukis tangga tauratmu,
mengecup bibir makna zaburmu, mencumbu lengkungan kasih injilmu,
menikahi cakrawala paripurna qur`anmu,
: menyentuh jiwaku melintasi antahberantah,


simpang tiga kemang raya,
sepertiga malam: 03/09/11



.