
menembangmu wahai ilalang
savanamu disatu alam menantang
semerbang kembangmu mengambang
putih bungamu merentas padang padang
memutih tulang pualam bergema malang
saat ratapan disatukan riakmu melolong sendu
ladang ladang terbuang menangisi malang
perlahan kabut melenggang lembah melata
wajah menerawang bermata wayang menyeka
awanmu menengadah rintik berpeluh legam
seperti persaudaraan kemarin
senyap ladang ladang tiada bertuan
dibasuh sudut bola membulir mata
kemana sukma di persimpangan puncak dan lembah
sebuah perjuangan antara hidup dan mati,
lautan menyapu langit terdengar sayup
mendendang matahari bersiul panjang
perang berkumandang meramal hujan
tandukmu mengasah tebing terjal
sesaat kematian menjemput malam
kelam bersembunyi dibalik terang siang
tiada berdaya menyelimuti beku membukit
memujamu dalam dangau yang sepi
legam
: 1999
.