Showing posts with label harimau nan terlupakan. Show all posts
Showing posts with label harimau nan terlupakan. Show all posts

Wednesday, 29 September 2010

Pestaku kini




Blaammm.... lampu dinyalakan
Semua menjadi gemuruh
Menyatu dilarutan warna
Merajut langkah bait menjejak

Semilir menjamu sekujur tubuh
Membeku menetak waktu sembilu
Seperti kemarin menuai kuntum
Arti kian membahana

Berdentang dihembusan senyumanmu
Ujung jemarimu menunjuk aku
Matamu memangsa nafas mengerling
Menepis putaran waktu meredup
Semua berputar satu

Saat lampu menikam remang
Mata memeluk satu kian menyeru
Melepas semua kata dirongga
Bait mematah ranting gemulai
Antara relung tebing terjal
Mengalir tetesan air kesejukan
Satu menjejak dahaga

Saat gelombang mengembara
Langit menyulam awan kian berarak
Dicawanmu tercecap anggur memabukkan
Pestaku kini menggema cakrawala
Di tengah lingkaran tercipta

Benderang Lampu menguntai kembali
Menghentak dini hari


telukbetung
22:05:1995

.

a c t i u m




harimau yang terlupakan
pertempuran tertetak zaman purba merana
para bala tentara tiada patuh perintah sang

tapi, sebelum kemenangan menggema
masih berbekal khayal belaka
pertempuran telah melintas sang


kalian para bayi mencium jejak merangkak
suatu maha karya berangka diatas tercintai
menyulut kobaran antah berantah kuasa
haluan tatapan dikemuning senja

menyulam batas untuk melupakan sang
lingkaran kian tersingkir bayangan sang
kebenaran sejarah para nenek moyang kini bicara
penghujung pertempuran tetap berkobar kekuatan
menitis perkasa membalut jiwa laksana
kasih mengaliri rongga nafas
menyatu sang

mata penuh tatapan saga
membusung puncak bermakna kemenangan
belahan jiwa sang menatah gemilang

boemilada
desember, 1995


.

Sunday, 11 April 2010

ketika makna purba




ketika bentengmu bersandar tangga lautan lepas,
tonggak lengkungan purbamu kokoh menuai roman,
ketika kakimu melangkah naungan menghitam tangan,
dicadikmu membahan makna Tuhan maha karya,
lautan kehidupan berkelana memukau air terjun sepapa kanan,
tenggelam mendasar sepapa kiri,
kualamu menyentuh titik terdalam hakiki


ketika daun daun mulai berterbangan
mengiris perut angkasa,
seberkas cinta menyatukan selat terbentang ,
lingkaran kasih berdeyut penuh
kekuatan menghijaukan perjalanan,
hamparan savana menggaris
kekuatan ciumanmu dibibirku,
engkau bumiku tercinta
membalut luka langit membahana,
kekuatan para awan
menutupi langkah matahari perlahan..


ketika sayup bergelora lentingan
simponi lingkaran warnamu,
musim layang layang telah berlalu
menggapai batas senja,
jeruji jendelamu menyentuh lukisan
bergaris syair purba mencadikmu seketika,


ketika burung burung terbang
melintasi perbatasan perjalanan,
hujan kepakan larmu
menguning selimut malam,
sayup gemintang mencumbu kerlipan perkampungan,
membentang layarmu menatah detak jantungku,
ketika matahari meninggalkan rembulan
berpelukan gemintang



tanah karang
:makna purba






.