: barisan pertama puisi
menatah akhir kosa
jajaran lima barisan,
ketika matahari melempar cahaya dipelukan rembulan
bertatah lukisan membatu perlahan tenggelam,
bentangan dua menjelajahi lekukan tubuhmu
menyatu disatukan nafas,
gelora sang tirta menatah paru paru
tersesap makna demi makna,
penghujung musim salju menatah desah panjang
melingkari cadik bertungku kekuatan getarmu
barisan pertama puisi menatah akhir kosa
dipelukan jajaran lima barisan,
para daun pohonan melingkari detak riakan hari,
Lukisan rembulan wajahmu mencium aroma langit
menjelajahi kelokan kuntummu,
serpihan riana berpeluh perak
menitah lima lembayung lautan,
hamparan tirta membening
beralas warna kebiruan menjelma,
seketika untaian gemintang mengerlip
dipelukan cakrawala,
kepakan Larmu bertatah mahkota
menikahi makna
ketika cadikmu membahana makna
mengulam jantungku perlahan,
hamparan tirta tersesap sebutir batu
merengkuh sapuan desah,
dipenghujung tatapan lembaran daun jendela
menguntai makna lautan luas,
tertatah lukisan keabadian jemari terkecilmu
melingkari ujung sutera kecilku,
senja memuja malam dipelukan riana
menggenggam tirta dilintasan lima memuja
bertatah kerlipan gemintang
tertiup sang bayu memuja riana
cadikmu menggema kenikmatan,
menyentuh deburan jiwa
membahana kiranamu mencumbu makna
makna:
11;12
.