: singgasana megah tatahan kasih
menggenapkan istana membumi
merajut benang usang bermata senja
menikam tarian ombak membuih,
menitah makna bercadar semenanjung
mencium cawan merona,
memujamu gelombang mayang
berdetak bait bait mencumbu jiwa,
kepakan Larmu tenggelam meniti awan
mengejar bayangan gelombang lautan,
seketika menghening tatapan
puncak seminung bersanding
tetesan embun
merajut benang usang
melukis tarian gelombang lautan,
seketika hempasan ombakmu
bertungku cawan diatas karang,
serpihan cadikmu menggores tinta kelam
menderu angin tenggelam palung malam,
memujamu gelombang mayang
berdetak bait bait membunuh makna,
seribu pintu menenun garis
seribu jendela
merajut benang usang menitah pesisir
menebar pukat berjukung semenanjung,
ketika tajam pedangmu melingkari deru angin
berbalut badai menghempas,
hamparan pasir putih berpelukan
menghiasi sebaris puisi
serpihan bibir pantai,
perlahan mata meredup
terseret petikan langkah
keretamu tertetak lingkaran
merajut benang usang
bersinggasana megah tatahan kasih,
menderu angin malam
menggenapkan istana lelahmu membumi,
lukisan mata menikahi simponi
kekuatan cinta berkelambu keabadian
mendetak aroma bambu,
memujamu malam bersenandung baitmu
merenda siang
:18
.