Showing posts with label merenda hujanmu. Show all posts
Showing posts with label merenda hujanmu. Show all posts

Monday, 13 May 2013

Hujan !!!


Hujan!!! **teriakanmu lirih tersapu angin senja,,
seluruh hidangan berakhir dalam kecupan mesra
diatas meja bersandarkan jendela menghadap utara**
lukisan kecantikanmu menggenapkan seluruh jiwa raga
bermandikan tetesan air surga**

hujan!!! dibatas tatahan cahaya Langit
membiting lengkungan tubuhmu membumi -
disudut ruangan bersimpuh gairah
memuja kenikmatan purba
bertali temali kesempurnaan semesta - (2)

hujan!!! Menulis sebait puisi
berbalut sutera seluruh tubuh semesta -
lengkungan mencadikmu
memerah delima kian memuja
kerlipan menara lautan makna - (3)


















@kelapaGading-110513-16:11-
tergenapkan Hujan!!!



Thursday, 3 November 2011

*77

: menitah jenjangmu berbalut tetesan
menggenapkan lukisan parasmu,


kerlipan lenteramu menggenapkan
dua lingkaran tertetak gerimis,
bentangan kecipak detak nafas
menitah jenjangmu berbalut tetesan
menggenapkan lukisan parasmu,

ketika lonceng berdentang hujan
kerinduan melukis lautan membiru,
berjajar lipatan memuja satu
menggaris dua tajuk bergenderang,

dipenghujung gerimis
lintasan dupa membahana
aroma bermakna




.

Tuesday, 1 November 2011

*69

: sentuhan mata bayangan
berpalung kekasih jiwa



persembahan hamparan bunga
kian membentang kerinduan musim panas,
suara matahari tertulis pelukan
langit malam bergemintang cerah,
sinar rembulan taburan bintang
meniti jalan pulang malam,
sentuhan menjaga mata bayangan payung
dipalung kekasih jiwa terbuka,
merenda rumah berbalut pintu mencumbu jendela,
kiranamu melerai tirai menatah perjalanan
matahari berkosa rembulan



:22


.

Sunday, 23 October 2011

*66

: serpihan satinmu menggema
diperaduan malam menarik beruga
membakar lengkungan dupa



menjejak perjalanan simponi hujan
melintasi altar tersalib makna,
menggema tatahan perjalanan
sebutir lintasan menggaris membesi,
seketika ujung sutera jemarimu
menikam lingkaran warna memutihkan,
jenjangmu melukis tatapan kedepan
melintasi ruatan makna tangga,
memeluk putaran waktu tertatah
sebelah kanan Lenganmu membahana,
serpihan satinmu menggema
diperaduan malam menarik beruga
membakar lengkungan dupa




:18



.

Thursday, 20 October 2011

*62

: membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,




membentang enam lapisan lingkaran
memuja detak roda menatah
tulisan nasib berbalut warna kian membiru,
perjalanan kehidupan membumi
menjaring nafas kematian mencadikmu,
serpihan altar mengembang layar
menggenapkan ujung malam memeluk matamu,

membentang enam lapisan aliran sungai
memancarkan lengkungan tubuhmu
menikam padam lampu nelayan,
menara mercusuar merenda puisi
dilingkaran ombakmu membuih,
serpihan angin malam
meronce tabir seribu jendela,
ujung sutera jemarimu bersimponi
dipuncak lukisan kata
mengepak larmu membasuh peraduan

membentang enam lapisan rianamu berpita putih
menggema hamparan setitik perjalanan
menikam tebing terjal,
desah sang bayu membuai waktumu
menuai dahaga penantian,
menatah mata di tangga kakimu
menjejak pura bunda
tersesap kekuatan aroma keabadian,
lengkungan simponi menggema
sayap bidadari menggading
dicawan perjamuan
tertuang anggur kasihmu

membentang enam lapisan menatah lengkungan
bibir lautan menggema,
berjajar pohon cendana mengharumkan
perjalanan dewa dewi khayangan,
lukisan alunan gemericing dasar samuderamu
bertatah Zamrud membahana,
sebait mantra antahberantah
membelah cakrawala gundukan malam,
hembusan angin selatan menetak warna nafasmu
menguntai kosa malam,
sementara aliran darah menggema
pujian dewata berperisai makna




:20



.

Thursday, 15 September 2011

merenda hujanmu




ketika matamu perlahan menggeliat dipelukan hawa,
para busur merenggang kekuatan memanah hujan cinta,
Lengkungan cadikmu mengepul kosa berawan
menggema menyentuh langit,

senja kala merangkai noktah karang memutihkan pasirmu,
lautanmu melempar deburan mencumbu buih ombak,
senja bersimpul parasmu menghirup hangat cecap hujan,
separuh jiwaku berlarilah menuju biduk
bernoktah sebait kenangan

mayangmu mengurai kasih merenda
kekuatan alam direlung terdalam,
lingkaran cadikmu menetak tiada desah
malam menuai makna getaran ,
simponi burung malam menghatar dini hari
membalut kerinduan antahberantah,
gemericing susunan gelang lingkaran
jenjangmu melukis kesempurnaan alam,
dipenghujung lautanmu sauh menggenggam tirta
membening hasrat bermakna



lautan api,
15:09:11
16:06:54



.