Showing posts with label ufuk timur menggema ufuk barat. Show all posts
Showing posts with label ufuk timur menggema ufuk barat. Show all posts

Monday, 19 March 2012

:

ketika matahari melarut genangan malam bertahta pertemuan
ketika senar mata meredup aliran tirta meranum gemericing
ketika selembar mayang menggelora pernak berhamburan mega

ketika dentingan rinaimu menggema tarian hujan membahana
ketika tetesan merintik ritmik menggerimis lautan pilihanmu
ketika lengkungan pelangi bersolek warna menghitam matamu

ketika jiwa menebar layar membahana sauh bergemintang
ketika puisi ufuktimur dipelukan hujan berpelangi warna cinta
ketika puisi ufukbarat merenda makna jingga menuai senja
ketika kerinduan tergores memetik cakrawala penantian usang


.

Thursday, 15 December 2011

ketika **

: ketika ufuktimur memuja ufukbarat

ketika ufuk timur menitah ufuk barat,
benderang memukau peraduan kegelapan,
rona cahaya merayap lintasan puncak bukit
berjuta asa mengelana perbatasan

ketika ufuk timur menikam ufuk barat
setitik darahmu menggelombang desah dataran
pendar mimpi menepi lukisan antahberantah
berjuta bayangan bersenandung puian persembahan
meremah dirimu bertatah kekuatan sukmaku

ketika ufuk timur menggema ufuk barat
satuan cakrawala nada-nada selaksa
tarian sembilu jiwa nan menggaris makna







.

Saturday, 12 November 2011

:bentangan lentera memancarkan kirana satu
merenda dua pendar membahana ujung sutera


matahari tertidur dipelukan rembulan
aliran sungai kerinduan menerpa bebatuan
kepakan larmu menggema musim kumbang
menyatu maknamu berlingkaran Alif
bermakna tatahan tertetak lautan membentang
seketika mencadikmu menggema membuka awalan
tersulam menggaris pelangi menutup akhiran,

hamparan lautan menggenapkan kerinduan
satu titik nafas disatukan perjalanan
menggema tiga belahan kehidupan menjiwa

para dedaunan tertiup sang bayu menggelegar
seutas tulisan terlipat dipucuk pohon kehidupan
meniti tujuh anak tangga membaca mantra
tetesan surga membasuh lengkungan paras
para dewa memeluk goresan antahberantah

bentangan lentera memancarkan kirana satu
merenda dua pendar membahana ujung sutera
pelukan satinmu bersimponi tersalibkan
peraduan panjang mengulam tungku sunyi
ketika lantunan angin selatan menderu
menatah jejakmu dinihari tiada terhenti

matahari membuai rembulan menggema ufuk timur
rembulan mencumbu matahari menuai ufuk barat




.

Wednesday, 9 November 2011

:ufuk timur memuja tetesan embun
tertatah dedaunan mencadikmu


ufuk timur memuja tetesan embun tertatah dedaunan
satu kata menggema tanya memuja cakrawala makna
sebaris tatapan bertangkup tangan memuja puja,

tetesan langit membuncah lintasan membumi
semesta alam menikahi pagi bertaut sukma
menjejak lukisan awal menggenapkan akhir
dipenghujung lengkungan tanjung karang terselimuti
cinta kasih memuja sentuhan kosa laksana dewata
tersesap sentuhan lautan tiada terbatas rasa

lengkungan tubuhmu menyatu tungku kian membara
mendetak aliran nafasmu berkerata kencana
deburan ombakmu kian membuih dipenggalang makna
putaran waktu menjelam seutas kerinduan
para mantra menguntai selembar alam semesta
membiru tatapan menuai desah lautan terpasang
butiran pasir putih tersesap pusaran mega
laksana sang bayu mencandi nafas jiwa




.

Thursday, 20 October 2011

*64

:seketika menggema memuja
aroma bambu sekujur tubuhmu



benderang lintasan cahaya matahari
melemparkan bayang-bayang malam,
deburan ombak bertatah dermaga melukis fajar
dipelukan tarian lautan membiru,
detingan desah mencadikmu menggema rianamu
perbatasan antahberantah warna warni,
serpihan api menggelora tungku
melintasi lima tatahan hari
membasahi perut membumi,
kerlipan mercusuar melempar arah
menikam malam mencumbu palung rembulan,
bentangan belantara menuai kelokan perbukitan
melintasi selat memuja pulau,
legkungan bibir ufuk timur
mengguman desah matahari menuai ufuk barat

angin lautan membalut kekuatan,
bentangan layarmu menuai detak angin darat,
hamparan pasir putih menitik garis memutihkan,
penghujung semenanjung titian sinar matahari,
seribu cerita mencandi
menatah tangga lembaran kitab usang ,
menetak akar melukis batang,
serpihan padang rumput bertahta
titisan kabut pertarungan satu singgasana

dentingan ketukan seribu jendela bertatah daun sirih
berbatas sepasang danau mata menikahi tangga dini hari ,
warna-warna menggaris keteduhan bertirai benderang hari,
lukisan beranda bertiang tatahan usang
dipelukan mayang membatik purba,
sebutir perjalanan matahari titisan rembulan
bergegas menenun lintasan langit membumi,
penghujung senja lukisan antahberantah
menuai dua nafas menderu satu


memujamu penuh kekuatan deburan ombak lautanmu,
cakrawala berpelangi perbatasan Langit membumi,
Lintasan cahaya dihamparan gelombangmu semalam,
seketika menggema memuja
aroma bambu sekujur tubuhmu



:18


.