Showing posts with label adam hawa. Show all posts
Showing posts with label adam hawa. Show all posts

Friday, 7 October 2011

*46




: dipelukan
empat penjuru angin
semalam,
sepenggal hembusan
Hawa tautan Adam


sebutir mimpi mengikat tiga
kembang setaman dipelukan mega,
semalam gemintang melingkari jenjang
bertaburan gemerlap beruga,
kedua sayapmu membentang cinta
menggaris larmu meniti temaram,
desah lengkungan jantungmu terpanggut
deras aliran sungaiku,
membuncah arcamu terpahat
seutas geliat ufuk timur

pucuk mahoni menggapai belantara hujan
menatah cerita usang,
gemulai tetesan mantra tersesap
tatahan berpilar lautan,
gemericing kerinduan berbuhul
melintasi bening gelombang warna,
sentuhan ombak menitah buih
bersemedi karang berkosa ,
melempar hujan bersimponi
penghujung kepakan larmu semalam

bentangan cakrawala berpuisi
menatah makna membumi,
ketika tungku cinta menggema kasih
dipelupuk anggun matamu,
menjelma bayangan gelombang lautan
berhias tiga mimpi mayangmu,
serpihan tirta melempar hujan dipelukan
empat penjuru angin semalam,
sepenggal makna hembusan
Hawa tautan makna Adam


semesta musim menitis musim bermakna
seribu jendela termaktub seribu pintu,
sentuhan jemarimu menggaris
enam lentingan berbalut dua
lengkungan bersandar makna,
angin lautan menebar arah timur
merentas bebatuan
tepian pantai barat,
gemericing bayangan
menebarkan detak aroma
sepanjang semusim




:08


.

Tuesday, 6 September 2011

tantra




: Setetes api suci menggema
dipelupuk lautan pradya paramita,



Langkahku bertaburan gemintang
melukis langit guratan tangan,
Setetes api suci menggema
dipelupuk lautan pradya paramita,

Gemericing tiupan angin malam
meremang kudukmu perlahan,
Tatahan mencandi roman perjalanan
lubukku terdalam,
Mengenangmu rimbun pepohonan
berpayung hiasan pelangi
Tebing karang bercorak tantra
membahana para jiwa,

matahari tertatih meliuk sukma
terlempar cahaya gemintang
perlahan sentuhan beku
merenda tatapan hujan magismu
Langit membakar belantara tonggak bagian diri
penghujung bumi bergemuruh desah tetap membisu

Ketika keningmu menyentuh aroma tanah,
Belantara dunia memeluk palung hakekat
Penjelmaan kosamu mencadik barat,
diatas batur menggema anak tangga mahakalla,

jantungmu pembasuh laraku diatas selembar daun,
sejuk embunmu merenda saluran nafasku,
gemericik pancuran kasihmu mengalir deras,
ombakmu pasang menetak relung angin utara batur,
kesah getaran beratap bebatuan menghilang,
menuruni seutas pertempuran anak tanggamu




tebing karang
bercorak tantra
malang, 2008



.