
menyusuri ruang dan waktu
di hamparan batu batu mendetik
setiap delik diantara putaran menyesak,
tiada pernah ada camar
menggelora di atas lautan senyapku,
saat kemarin,
melangkahi hari ini,
mungkin esok hari kelak,
aku telah menyetubuhi bibirmu
dalam tidurku
sepanjang hari
.
Kau lihat ? mentari malu- malu unjuk diri sembunyi diharum peraduan, sipu senyumnya terbayang nikmat yg kita beri semalam
ReplyDelete