Monday, 15 March 2010

jejak kambium menikam hujan klorofil




ukiran mata menyeringai menyapu,
tanganmu menambat cagak waktu
menjuntai gema menggaris
lantunanmu membingkai perjalanan
mengoyak antara selat menikam
pohon pohon menjari waktu

selatmu membentang lintasan
jemariku menyatu kelopak kamboja
menghujam telinga hiasan waktu
mencumbu dilengkungan bantenmu
menjajar terkatup telapak tanganmu
serpihan debu perlahan menepis
pergulatan kian mendetak gema
cakrawala adalah ayah dan ibu

hamparan pasir purba menetas tawa kita
menyingkap perlahan tabir mayang rambutmu
tebing karang merelif lubang symponi
hantarkan nuansa siang menenun malam
memanggil jiwa jiwa yang tenang
bernyayi dalam bintang gemerlapan
sudut matamu mengejap perlahan
lembayung menyatu bongkahan menyuluti
tintaku semakin mencoreng kertasmu
bermakna satu persatu

perkasamu merentang taji
membelah letupan langit
tersengal peradaban leluhur
persembahan diatas kepala lilitan
saat menerjang menang tiada kalah
kebumi darah menetas pasrah
sekelebat tahta agung para dewa
kesuburan kian membentang

bagianmu mengkotak nuansa warna
disudutku menggantung putih
disudutmu menyulam hitam
marilah mengkotal dalam kotak
bagian terkotak kotak

saat lingkaran putih diselimuti hitam
saat hitam melingkari selimut putih
saat menikam panas matahari
saat meredup cahaya rembulan
saat menyatu sejuk tanah bumi


relung:
hitamku menyatu putihmu
putihku menyatu hitammu
2000-2010


.

2 comments:

  1. matahari, rembulan, bumi
    kemarau, panas, kekeringan
    hujan, kesejukan, kesuburan
    pantai, lautan, gelombang
    ladang, ladang, tandus
    sungai, sungai, kering

    ReplyDelete
  2. menyentuhmu dalam kambium direlung
    hitamku menyatu putihmu
    putihku menyatu hitammu

    ReplyDelete