
ukiran mata menyeringai menyapu,
tanganmu menambat cagak waktu
menjuntai gema menggaris
lantunanmu membingkai perjalanan
mengoyak antara selat menikam
pohon pohon menjari waktu
selatmu membentang lintasan
jemariku menyatu kelopak kamboja
menghujam telinga hiasan waktu
mencumbu dilengkungan bantenmu
menjajar terkatup telapak tanganmu
serpihan debu perlahan menepis
pergulatan kian mendetak gema
cakrawala adalah ayah dan ibu
hamparan pasir purba menetas tawa kita
menyingkap perlahan tabir mayang rambutmu
tebing karang merelif lubang symponi
hantarkan nuansa siang menenun malam
memanggil jiwa jiwa yang tenang
bernyayi dalam bintang gemerlapan
sudut matamu mengejap perlahan
lembayung menyatu bongkahan menyuluti
tintaku semakin mencoreng kertasmu
bermakna satu persatu
perkasamu merentang taji
membelah letupan langit
tersengal peradaban leluhur
persembahan diatas kepala lilitan
saat menerjang menang tiada kalah
kebumi darah menetas pasrah
sekelebat tahta agung para dewa
kesuburan kian membentang
bagianmu mengkotak nuansa warna
disudutku menggantung putih
disudutmu menyulam hitam
marilah mengkotal dalam kotak
bagian terkotak kotak
saat lingkaran putih diselimuti hitam
saat hitam melingkari selimut putih
saat menikam panas matahari
saat meredup cahaya rembulan
saat menyatu sejuk tanah bumi
relung:
hitamku menyatu putihmu
putihku menyatu hitammu
2000-2010
.
matahari, rembulan, bumi
ReplyDeletekemarau, panas, kekeringan
hujan, kesejukan, kesuburan
pantai, lautan, gelombang
ladang, ladang, tandus
sungai, sungai, kering
menyentuhmu dalam kambium direlung
ReplyDeletehitamku menyatu putihmu
putihku menyatu hitammu