tirai malam tersentuh makna bentangan sayapmu,
selendangmu menetak penat mimpi
tersulam menepis silam,
melantun maknamu menyatu purnama
semalam masih menyisakan terang
saat matahari menyambut sukacita,
malam-malam mencium wajahmu
masih merona purnama menenun relung
untaian benderang cakrawala,
sekujur tungkaimu melemah
tertiup angin lautan dipelukan
genggaman tangan perjalananmu
terhenyak nafas menggoda
gelisah merembak payungmu mendesah sejenak,
aku mencumbumu dan terus mencumbu
dalam sukma diujung lingkaran
bulan melengkung sabit menggairahkan,
sementara lampu lampu temaram
senja mulai berkumandang azan magrib
memacu deru menetak lengkungan
perjalanan purbamu,
saat gerbang menyambut
sayapmu menanggalkan penat,
sekujur tubuhmu dalam sapuan kasihku
saat meniupkan kelembutan mencumbu sukmamu
menyelinap ubun ubun mu,
perlahan kecipak air menetesi
makna penuh kesejukan,
tanganmu terus menggenggam
redup tatapan mataku : prabandari
No comments:
Post a Comment