aku menatapmu berpulau merah merekah
disekujur tubuhmu meraga desah
sayum berkumandang rintihanmu
memukau seluruh lorong menggema
saat kecipakmu melebur hening,
mencabik kembali kuku kedua kali
hamparan bermakna membentang pasrah
tatapan matamu menyulam perlahan
bibirmu memanggut kecipak tengadah
kupinta panasmu kian menggigit aroma
kini taringku memberangus jenjangmu
kupinta gelegakmu menenggelamkanku
arusmu menghentakku ketiga kali
pohonku tumbang terhimpit tebingmu
sementara aliran sungaimu membanjir
biarkan aku terus tenggelam
mendaki menderu perlahan sirna
binatang malam sayup menghilang,
sunyi menyulam sukma bumiku
makna terukir di langitmu,
: prabandari
in originaly: 23:18 wib
april 26, 2010
peraduan
batavia-dewata
No comments:
Post a Comment