mentari setia menjelaga di ufuk timurmu
sinar berwarna benderang tahun menuju tahun
bait demi bait terus berkumandang dimata
gedung-gedung renta tuan menyepuh tungku
tarian geribik dalam bantal berbilik terbuka
menguburmu mimpi bersarung legam nuansa
melingkar aliran membulir mata pada masa
bendera berkibar malaikat menyelami tangan
kanvasmu penuh nyawa satu nasib tergadai
angin bertiup padang kering pengasingan
sepi mencumbu kasih menjahit lembaran lentingan
menuliskan sjak kerinduan pagi bersepatu
seperti panorama terbias penuh mimpi
kaki langit memanggil tiada henti
dalam bantal:2000
No comments:
Post a Comment