Wednesday, 4 August 2010

menatap matamu kian berbinar




Selalu dan selamanya jiwa ini benar-benar harus mengatakan bagaimana perasaan ingin memelukmu setiap saat, dirimu lebih berarti bagiku daripada apapun terasakan dan seketika saya melihat ke dalam danau bening matamu kian berbinar menyatu wajah sempurna, sesungguhnya tidak akan pernah ada orang untuk mengambil tempat dirimu dan diriku di relung jiwaku dan dirimu selamanya:

lautan selimut bergelombang tenggelam kenikmatan
lentera matamu meredup menyatu desah berkepanjangan
kosa menghambur keluar menggema aksara demi aksara
sematkan ciuman merangkai kening kasih keabadian
mengusap sutera punggungmu berlumuran cinta : prabandari

aku tiada pernah perduli tentang siapa dan keberadaanmu ketahuilah cinta kasih sayangku tiada bersyarat dan penuh keabadian, dalam hangat pelukan citamu berbisik jangan pernah meninggalkan diriku, sungguh mendalam cintaku lebih dari yang engkau ketahui, cinta kasih sayangmu sangat berarti bagi detak nafasku, gelombang apapun membentang tiada pernah terpedulikan, setiap detik penuh nyata paras anggunmu menyatu nadiku selamanya:



jule 29`10
ciptamu:keabadian




.

No comments:

Post a Comment