
menggetar riakan permukaanmu
memeluk cadik mengalir sang bayu
percikan nafasmu menikam
perbukitan meratus memaqnggilmu
menetak tatapan pandang
melintasi jingga dipelukan senja
langit hamparan ilalang kering
dahagamu meneguk abad purba
teduh matamu menyapu desah angin
meredup jiwa terbentang sahaja
makna masa menggemintang
menyatu detak nadi kepurbaan
menyelami danau riam kanan
menyatu waktu demi waktu
martapura, riam kanan
banjar, Aranio 1996
No comments:
Post a Comment