
memintalmu tembakau menyuluti pintu,
Ladamu membubuk berdiri dikebun tua,
hikayat mengukir nuansa mati dalam puisi
berhias tumpukan kayu setia menikam api,
menenun abu Lintasan purba sekuat mimpi,
Langit menyatu takdir,
angin menyulam matahari,
bumi menggenggam Lembut Langit sesaat,
saat punggungmu hilang diterpa pelangi
asmara cinta menyeret topan terpana,
cawanmu terisi segar bunga bunga,
membius angan bersama putaran bumi,
menetas langkah kata hati,
perlahan hari meninggalkan hari
tenggelam siang menumbuk malam terbentang,
pusara penari ditetak sembilu pagi,
Lilin tertiup membatik kainmu mengkerlap,
sapu Lidi mengikat janji waktu,
persembahan menggema lengkungan telingamu,
hujan bibirku menari tiada kelu,
boemi
ladamu:
1988
.
Langit menyatu takdir,angin menyulam matahari,
ReplyDeletebumi menggenggam Lembut Langit sesaat,
ingin kembali kemasa itu sesaat
tentang persembahan ???
ReplyDeletemengapa dengan sembilu pagi
ReplyDelete