
bersusun dedaunan bersirih memacu bibir waktu
lautanmu kian memanjang dihembusan lengkungan warna
menyentuh detak bercelah tatapan cahayamu
semilir ungkapan salju menyentuh palungku membahana
gelombang makna bergaris membiru tirta
seutas tangga mencumbu koridor para badai
tanganmu memantik topeng demi topeng bercagak antahberantah
kelam malam merenda simponi kepedihan menatah cadikmu
dibatas cakrawala jemarimu menarikan membilah kata
berdetak desah tertikam laknat memerahkan darah
rinai hujan menoreh kunci dini hari menetak lelapmu
menggenang dialtar titisan darah kasih melintasi kasih
gelombang memutihkan persembunyian rembulan melukis mimpi
didasar samudera lepasmu kutuliskan
cLgcity:
04:2011
.
No comments:
Post a Comment