seperti perintah tangan pemilik sang mata dewa
melempar gelombang pasang memuja desah
penghujung makna langkah surut lautan
simponi kertas panjang berpelangi lautan kelam
ujung penggalang kian meruncing waktumu
desah secangkir kopi panas menetak kelam malam
gemericing simponi detakmu bertatah ritme menjelang senja,
lengkungan layarmu memukau semburat jingga mata dewa,
tercecap anggurmu melempar kepayang sukmaku
13:09:11
aT: 07:58
.
No comments:
Post a Comment