Friday, 23 September 2011

meruncing waktumu

seperti perintah tangan pemilik sang mata dewa
melempar gelombang pasang memuja desah
penghujung makna langkah surut lautan

simponi kertas panjang berpelangi lautan kelam
ujung penggalang kian meruncing waktumu
desah secangkir kopi panas menetak kelam malam

gemericing simponi detakmu bertatah ritme menjelang senja,
lengkungan layarmu memukau semburat jingga mata dewa,
tercecap anggurmu melempar kepayang sukmaku




13:09:11
aT: 07:58




.

No comments:

Post a Comment