kerinduan memuja hujan para leluhur,
senandung kelenturan tungkai gerimis menatah,
pelataran gentingmu memeluk pohon rindang,
aliran sungai menderas sukma rumpun bambu,
bentangan dua tebing merembak layar
diterpa tarian angin senja,
bersilang desakan warna mencumbu mata,
sebutir dunia tiada terbatas
memanah lapisan lukisan :
gelombang mayangmu merenda ujung lautanku membahana,
Lukisan aroma membakar stanggi tersesap makna banten,
hujan kasihmu melempar kepakan sayap cakrawala,
setetes purbamu tiada tertetak makna lintasan nyata :
serpihan angin dingin mengukir tipis parasmu,
singgasana pertapaan kian menabur warna pekat,
jemari lautanmu tersentuh hasrat taburan gemintang,
dibatas pelangi mencumbu gemerisik daun,
ranting pohon mengggaris rautan tanganmu,
lengkungan telingamu terbisik
gairah desah angin mengalir,
simponi memanggut cermin kemarin
beraroma daun basah
menatap hutan belantara berjendela kamar tidur.
mencintai desah lautanmu terpesona purnama
mencumbu gemulai dedaunan cawan tersesap bayangan
cermin sekilas purbamu
tetesan lukisan paras membanjir sukma,
lentingan suara kerikil memantul
seribu pintu seribu jendela,,
:09
.
No comments:
Post a Comment