Wednesday, 5 October 2011

*40

: langit bertuan membumi,
sepenggal jarak memuja jubahmu
memutih berliontin waktu,


dentingan sepi melilit lingkaran
sulur belantara sukma,
lengkungan busurmu menggenapkan
anak panah tertancap dipelukan malam,
matahari tertatih dipunggung
semerbak awan kerinduan tetes rembulan,
lantunan pohon bambu meronce tahta
berkepala istiadat purba,
senja milikmu alam semesta
menuai pelukan ibunda kelam,
setetes api unggun merenda kekuatan
semilir angin pegunungan,

pendakian tebing
diLukisan anamnesa
berpantomim altar suci


malam tersisa bara
tungku desah dinihari
membasuh tirtamu,
serpihan embun meruat paras
ranting berdaun hujan,
menara mercusuar bertanya kata
langit bertuan membumi,
sepenggal jarak memuja jubahmu
memutih berliontin waktu,
tatapanmu menikam gelombang
berkepul dupa lautan berkhidmat

semenanjung mencium desah
aroma bambu angin lautan,
gelombang memacu tungkaimu
membuih tikaman merona,
layarmu berfatamorgana pelangi
cadar membelenggu,
sepertiga tombak menikam matahari
berganti jubah putih,
belantara semak
menjulang belukar
antahberantah


xoxo
:05



.

No comments:

Post a Comment