Friday, 7 October 2011

*45




: satinmu berjubah payung
sutera jemarimu menguntai
desah aroma bambu membahana



mengejar bayanganmu ribuan depa
kehidupan sebutir purba
katamu semalam,
padang ilalang dicawanmu
tercecap palung telanjang,
rianamu berwarna coklat berpita putih
kekuatan aliran cinta ,
bergetar ranting mengalir sungai kasih
mencumbu kuala waktu,
singgasana pertikaian berjajar
topeng tauhid membui
dinihari berjantung mimpi

desiran angin selatan berparas
lukisan gelombang lautan,
altar panjang bergema relung jiwa
berselimut deburan ombak,
lentera matamu meredup
merenda aksara demi aksara,
tatahan kecupan Langit
merangkai dahaga detak nadi,
jemari tanganmu rosario
menguntai tiga detak
tertawan satu hujan,
para bumimu bersulang
memahat istana bertinta kasih

hamparan hujan tatahan jiwa
melukis penat meniti perjalanan,
terbenam petang menepi dermaga
setengah cahaya rembulan,
merenda seribu pintu memukau mata
seribu jendela,
perjanjian kudus membumi semalam
terbias cahaya dekapan keabadian,
berkumandang desahmu
simponi kerinduan mantra

menembangmu lantunan rumpun bambu
disatu alam,
semerbak kembang usang
merentas padang memutih pualam,
membulir sukma persimpangan
kelokan lembah,
lautan merangkai badai
terpahat angin barat
berkumandang meramal hujan,
kelam tertetak benderang
memujamu diluar lingkaran



:08



.

1 comment: