Tuesday, 11 October 2011

*51

: menggema sentuhan mata
tertatah tebing pendakian



benderang cahaya matahari
kian meredup tertetak
tumpuan padang ilalang,
gemintang menebar tanya
melintasi garis perbatasan
bebatuan purba,

seribu cerita bertopeng
tertatih permukaan dentingan ujung daun,
hamparan padang rumput bersatu
melukis dua hari bertahun silam,
rembulan bersumpah setia
mencumbu matahari berpucuk pohon pinus,

serpihan cahaya bersinar
menggenapkan putih hari
salju pertama diujung hidungmu,
menggema sentuhan mata
tertatah tebing pendakian
beraroma kenikmatan panjang

membentang ketukan berpintu mata
menggaris kuas berakar warna-warni,
saat wajah bertatah pada hamparan
tiga puluh enam musim melukis senja,
mengalir hening merenda kehidupan,

melingkar akar berdahan megah
bercinta diranting sepi,
seketika menjelma rembulan
tertetak peraduan panjang
berbait kosa usang,


:10



.

No comments:

Post a Comment