:seketika menggema memuja
aroma bambu sekujur tubuhmu
benderang lintasan cahaya matahari
melemparkan bayang-bayang malam,
deburan ombak bertatah dermaga melukis fajar
dipelukan tarian lautan membiru,
detingan desah mencadikmu menggema rianamu
perbatasan antahberantah warna warni,
serpihan api menggelora tungku
melintasi lima tatahan hari
membasahi perut membumi,
kerlipan mercusuar melempar arah
menikam malam mencumbu palung rembulan,
bentangan belantara menuai kelokan perbukitan
melintasi selat memuja pulau,
legkungan bibir ufuk timur
mengguman desah matahari menuai ufuk barat
angin lautan membalut kekuatan,
bentangan layarmu menuai detak angin darat,
hamparan pasir putih menitik garis memutihkan,
penghujung semenanjung titian sinar matahari,
seribu cerita mencandi
menatah tangga lembaran kitab usang ,
menetak akar melukis batang,
serpihan padang rumput bertahta
titisan kabut pertarungan satu singgasana
dentingan ketukan seribu jendela bertatah daun sirih
berbatas sepasang danau mata menikahi tangga dini hari ,
warna-warna menggaris keteduhan bertirai benderang hari,
lukisan beranda bertiang tatahan usang
dipelukan mayang membatik purba,
sebutir perjalanan matahari titisan rembulan
bergegas menenun lintasan langit membumi,
penghujung senja lukisan antahberantah
menuai dua nafas menderu satu
memujamu penuh kekuatan deburan ombak lautanmu,
cakrawala berpelangi perbatasan Langit membumi,
Lintasan cahaya dihamparan gelombangmu semalam,
seketika menggema memuja
aroma bambu sekujur tubuhmu
:18
.
No comments:
Post a Comment