Wednesday, 2 November 2011

*70



: menggema perianthium tercumbu anthera
merenda pistil menikahi nektar



menggema nada kasih langit
mengecup kuncup membumi

merenda sumbu khandilmu
penuh keabadian,

deburan ombak menitah buih berpalung
hamparan semenanjung berjuta warna cinta,
binarmu titisan hujan berjubah detak nadi
tergerai mayang nektar tersesap dititik akhir,
membahana semerbak sinar kekuatan
menggaris kecupan semesta alam


menggema nada kasih langit
mengecup kuncup membumi

menguntai berjuta kirana,
menatah lukisan pertapaan langkah disisimu
melintasi matahari merenda rembulan
memetik gemintang,

menatah candi menggaris lengkungan
telapak tangan kembara pasangan jiwaku,
perpaduan hamparan lautan
dipelukan puncak gunung menitah kekuatan cinta
pencarian keabadian jiwa,

ketika kosamu tersesap nadi pencarian
cahaya kehidupan membahana,
kelopak nektar tersesap dititik akhir
kecupan semesta alam


menggema nada kasih langit
mengecup kuncup membumi

menitah kembali angin barat
menebar pukat dihamparan lautanmu,
kekuatan sinar matahari
menikam padang ilalang
mengalun simponi purba membahana,

saat deburan gelombang terkembang
merenda tiang layar menggema
perjalanan menembus badai,
serpihan angin tenggara melempar hujan
berpalung lukisan pelangi parasmu,
ketika nada tertetak perlahan
dipetikan lintasan menggaris makna usang,
seketika ujung cadikmu
menggema kasih keabadian

menggema nada kasih langit
mengecup kuncup membumi

titisan hujan membinar nektar
tersesap dititik akhir,
sinar matahari menikam padang ilalang
mengalun simponi purba
menguntai berjuta kirana,

menjejakmu pasangan jiwaku
tersesap dititik akhir
kecupan keabadian semesta alam




11:12




.

No comments:

Post a Comment