Saturday, 19 November 2011




:memujamu tiada akhir
I adore U

sebelum matahari mencumbu ufuk timur
sebelum matahari mencumbu ufuk barat
--- memujamu tiada akhir ♥

dentingan hembusan angin tersesap
menggerai mayangmu menetak gundah,
ketika bentangan pertama menikam
rengkuhan berderai setetes aluran jejak,
kuntum mengembang gemintang
menuai detak malam,
bentangan cakrawala tertatah desah
--- memujamu tiada akhir ♥

dentingan desah menggemericing
pusaran gelombang lautanmu,
hamparan samudera mimpi mengulam
aroma tubuh telanjangmu,
taburan gemintang menikahi tarian hujan
berperahu para mega,
sebutir kerinduan berbisik
pelukan menggema palung kedahagaan
--- memujamu tiada akhir ♥

tersulam dahaga kian membahana
ketika bentangan dedaunan mencumbu bumi,
lintasan cakrawala bersenandung
kerinduan kepakan larmu berbisik,
langit melingkupi bumi berjubah
kehausan hati bercorak lengkungan satin,
Matahari menatah rembulan terpahat karang,
--- memujamu tiada akhir ♥

ruatan alam berlayar
membelah lautan luas
menyentuh jantungmu angkasa,
tertatah awang awang kerinduan
berpendar melintasi pasir putih tiada bertepi,
mendetak desah mengembara bulatan Langit
bersimpuh aroma adat tanah,
berbalut bayangan bumantara empat penjuru angin
membening danau matamu,
ketika kaki langit mencium ufuk beraroma bambu
tertatah tenunan mantra,
--- memujamu tiada akhir ♥

tersesap alam semesta lukisan candra mata
berlutut makna cahaya persembahan,
dentingan simponi pohon pinus memukai gua bermakna,
persembahan permata jiwa bertatah
lengkungan parasmu sang juwita,
ketika lukisan intan bermahkota kasih
membirukan perjalanan
--- memujamu tiada akhir ♥

satu disatukan berdetak langkah
memukau rembulan menimang matahari,
simponi kabut berkuala embun
membuncah deburan gelombang ombakmu,
Langit menitah penat dilintasan
pertengahan jeda tercecap pusaran mimpi,
ketika puncak kerinduan berlayar
dipelukan palung hamparan samudera membiru,
geliat perahu tertikam gelombang
kerinduan berpayung kerlipan gemintang
--- memujamu tiada akhir ♥

Kala detak membuncah perbatasan
kerinduan menguntai rasa gundah
jejak meniti arah empat penjuru angin
berbalut cahaya kunang-kunang,
berpendar malam merenda setitik cahaya
menelan asa bermakna
--- memujamu tiada akhir ♥

ukiran mata menjelma ukiran berfidah
menatah cagak kerinduan,
simponi cadikmu menggema perbatasan
lantunan selaka membingkai perjalanan,
warna keperakan menggelora desah
menjari lautan tertuang selat menikam,
cakrawala bertabir galuh mayang
menikam siang menenun malam,
--- memujamu tiada akhir ♥

Lukisan keheningan bertatah bayang bayang
kian menjejak makna cakrawala,
kekuatanmu trisakti bertahta cinta
membalut kasih matahari tersesap rembulan,
--- memujamu tiada akhir ♥


.

No comments:

Post a Comment