Tuesday, 29 November 2011

lentingan satudisatukan




:lentingan satudisatukan

lentingan satudisatukan menjajar
lengkungan bening danau matamu
bermakna pelangi bercakrawala
gemintang semalam,
gelombang lautan menghantar
deburan ombak kian membuih
diujung karang terjal,
ketika angin lautan memutar desah
dilintasan dua tebing antahberantah
bertatah cinta keabadian,
semesta alam melukis bentangan
padang ilalang bermahkota
anak rambut menggelora sutra

lentingan satudisatukan mencandi
tantra menjajar lengkungan
palung lautan membahana,
cakrawala menggaris gemintang
menetak selat memuja deru
dipelukan lingkaran malam
tiada bertepi,
ketika menara mengerlipkan cahaya
pendar mengiris desah berkepanjangan
diatas deru membuncah
satu peraduan

lentingan satudisatukan berpendar
menikam selat berujubng sutera jemarimu
kian lembar melilit arah kiri
lengkungan tidurmu,
bentangan trisakti memuja matahari
mengulam rembulan bertatah puncak bukit
perlahan menggelombang,
desah nafas tertiup angin selatan
menggenapkan lukisan purba
menyatu tubuhmu mengatup mata,
menyusuri setetes roman padang ilalang
berbebut mahkota satin aroma bambu

lentingan satudisatukan membiru bentangan layar
diujung tatahan empat penjuru angin
menikam rinai tarian hujan,
memburas sekuntum kitab roman padang ilalang
bertatah ladang ladang panjang,
seloroh parasmu bermusim tatanan
kelopak bermekaran berbalut beruga makna,
memuja ufuk timur bergema kerinduan ufuk barat
bertatah sebutir mimpi nan tertetaskan

lentingan satudisatukan bertatah baskara
tersesap lantunan desah empat penjuru angin
menikam impian kekuatan,
bergema hamparan malam berbenderang wulan
membisik kerinduan cumbuan syamsu
bertirai kitab roman padang ilalang ,
menjulang kerlipan para manik acnamu paripurna
membahana bentangan dua mutiara berkilauan,
semesta menitis rawi berbinar nafas
seribu jendela termaktub seribu pintu kirana

lentingan satudisatukan bertatah pradana
membisik kerinduan cumbuan syamsu bertirai rembulan,
arusmu kian merajut cakrawala berdetak nadi
memacu tetes kerinduan kian bergugus
memeluk palung pesonamu,
perlahan torehan memumpun rona merah
lukisan binar purnama,
tetes sejuk embun mengayuh biduk
mereguk aroma bambu membentang mega,
pesona halimun bertelanjang jiwa
menetak dahaga berkepanjangan
beralas daun pembaringan panjang




.

No comments:

Post a Comment