Monday, 10 October 2011

*49

: pertemuan langit membumi
merenda tangga lautan,
kualamu titik hakiki
roman perjalanan



Lautan menimang bantenmu
persembahan jingga mencumbu senja,
sang mata dewa melukis
kepakan sayap memuja langit,
serpihan warna menabur tinta menggores sukma
para angin menderu membelah selat,
mengukir cahaya mengulam abadimu
berhasrat pelukan membumi

bentangan angin tenggara melukis alam
semesta jiwa bertahta hitam putih,
mencium jejak tatahan tangga
dijenjang hari meniti makna,
ujung kosamu mengukir awan
membelah cahaya hitam memutihkan,
merenda sukma berbalut kasih lautan
membiru tiada bertepi

merantas selat bercakrawala lautan membahana peraduan,
hujan menetes belantara bantenmu
bersimponi pelukan wangi stanggi berbalutan jiwaku,
serpihan sumping tertatah bantal
kian memacu dahagaku bentangan tabuhrahmu,
gerimis memuja makna dipelataran sukma para

ketika pertemuan langit dan bumi
mencumbu malam penuh khidmat,
satu makna terlukis dikanvas kehidupan desah nafas,
ketika satu merenda dua bersandar tangga lautan,
kualamu menyentuh titik hakiki roman perjalanan



: 12


.

No comments:

Post a Comment