dibatas trisakti kulepas ujung sutera jemarimu
perlahan riak gelombang sungaimu menghantar cadik sungaiku, di hamparan penggalang kunikmati sunggi melumur bibir purbamu terapung, menyatu dayung lintasan martapura mencium galuh, bayu menyapa riam kanan memuja riam kiri, dibatas trisakti kulepas ujung sutera jemarimu menyatu bulir membulir
sebuah tatapan yang tiada ingin dilepaskan, seiring Kapal mengengkat Jangkar, perlahan Lambaian tanganpun menghilang diterpa angin lautan, saat trisakti kembali membuai berjuta kenangan mengajakku kembali menyapa,
ReplyDeleteTrisakti penuh kenangan, selalu memanggilku dalam mimpi mendayung cadik menghampiri...
ReplyDeletesebuah makna telah terbentang dibawa semilir sang bayu menyatu gelombang lautan
Tatapan itu tiada pernah kulepaskan, selalu menyatu dalam mimpiku bertahun tahun tertatah bersemayam disana
ReplyDeletetrisakti penuh suka cita menyelimuti hangat tatapanku...mengukir setiap mimpiku... memanggilku untuk menyatu.
ReplyDelete