mencintaimu seperti terdahulu
kupersembahkan niraku yang teramat manis untukmu, sesaat perlahan menghanyutkanmu dalam arus yang memabukkan membuai langit meluluhlantakkan bumi, ketahuilah ini adalah sebutir rindu yang siap menetas di dalam seluruh relung hatimu bersama merajut bening danau mataku, kutanam setiaku memandangi sukmamu di hamparan Lembab tanah suburmu, aku tetap mencintaimu seperti yang terdahulu
kupersembahkan niraku yang teramat manis untukmu bersama sebutir rindu yang siap menetas di dalam seluruh relung hatimu bersama merajut bening danau mataku
ReplyDeletemembentang mimp[i demi mimpi yang membuaimu dalam seluruh arus yang mengguncang nada cintamu, bersama dewa dan sewi mengepak sayapmu di lintasan cakrawala jingga
ReplyDeleteakan selalu aku siapkan tempat di sudut hatiku menyelami setiap makna demi maknamu nan kian menebar asmara di lautan birumu
ReplyDeletesebuah Penyapaan penuh makna dalam kekentalan secawan asa tertuang dibibir nan dahaga membentang disana ; aku menatapmu kawan menyulam lintasan dalam lingkaran cawan tergenggam tegar jemarimu
ReplyDeleteNiramu untuk kopi pahitku,dan kau cecap hingga tandas, maka akan kau temukan di dasar gelas
ReplyDeleteaku yang menjadi ampas
apabila aku mengetahui rembulan akan menepis awan malam itu, tiada beranjak langkah menepis mega, karena biru ini kian mengggenang di lautan sukmaku, biru yang kian melegam menunggu beku membuncah kelu, ketahuilah Lautanku tiada berombak, sepi mencium desah anginmu nan berlalu; hanya arus palungku masih setia di dasar gelas kopi pahitmu menyatu ampas bermakna :: temui aku didasar cangkirmu
ReplyDelete