Friday, 5 March 2010

mencintaimu seperti terdahulu

kupersembahkan niraku yang teramat manis untukmu, sesaat perlahan menghanyutkanmu dalam arus yang memabukkan membuai langit meluluhlantakkan bumi, ketahuilah ini adalah sebutir rindu yang siap menetas di dalam seluruh relung hatimu bersama merajut bening danau mataku, kutanam setiaku memandangi sukmamu di hamparan Lembab tanah suburmu, aku tetap mencintaimu seperti yang terdahulu

6 comments:

  1. kupersembahkan niraku yang teramat manis untukmu bersama sebutir rindu yang siap menetas di dalam seluruh relung hatimu bersama merajut bening danau mataku

    ReplyDelete
  2. membentang mimp[i demi mimpi yang membuaimu dalam seluruh arus yang mengguncang nada cintamu, bersama dewa dan sewi mengepak sayapmu di lintasan cakrawala jingga

    ReplyDelete
  3. akan selalu aku siapkan tempat di sudut hatiku menyelami setiap makna demi maknamu nan kian menebar asmara di lautan birumu

    ReplyDelete
  4. sebuah Penyapaan penuh makna dalam kekentalan secawan asa tertuang dibibir nan dahaga membentang disana ; aku menatapmu kawan menyulam lintasan dalam lingkaran cawan tergenggam tegar jemarimu

    ReplyDelete
  5. Niramu untuk kopi pahitku,dan kau cecap hingga tandas, maka akan kau temukan di dasar gelas
    aku yang menjadi ampas

    ReplyDelete
  6. apabila aku mengetahui rembulan akan menepis awan malam itu, tiada beranjak langkah menepis mega, karena biru ini kian mengggenang di lautan sukmaku, biru yang kian melegam menunggu beku membuncah kelu, ketahuilah Lautanku tiada berombak, sepi mencium desah anginmu nan berlalu; hanya arus palungku masih setia di dasar gelas kopi pahitmu menyatu ampas bermakna :: temui aku didasar cangkirmu

    ReplyDelete