Friday, 5 March 2010

merengkuh pejohang menuai cadik menggelegar ombak

saat menyatu telah terpadu, jembatan yang menjadi bagian menghubungkan Langkah menjadi terabaikan, melukis bibirmu Lintasan kuas`memberikan warna secercah tanya mengembang disana; saat merengkuh pejohang menuai cadik menggelegar ombakmu meratapi kepedihan membeku, merenda benang menggumpal warna menggunting tawa menarikan istiadat disana::
:: terinspirasi: poehlang toehwang river in Lappong::

3 comments:

  1. saat kuncup menyulam bermekaran nuansa purbamu, menatap bongkahan cawan demi vcawan membongkah relung warna kehidupan memuja kematian, memahat pusara Langit membumi Lintasan pelangi berhamburan warna menepis hujan Lebat disana

    ReplyDelete
  2. Tari persembahan menuai malam, perisai merah kuning putih. Mandau Naga jumbai kuda jantan putih. Mengayun menebas asa. Sementara seratus dara Dayak melenggok, mengipas bulu-bulu elang laut, terkirim angin menhidupkan ombakmu, selalu bergerak liar, hidup dan terus hidup...

    ReplyDelete
  3. Melintas bebas diantara deburan ombak menyatu dibawah cakrawala berhiaskan pelangi yang membentang dg warna sebagai jembatan penghubung hatiku,kuatkan batin sekuat pejohang kukayuh batinku merenda warna bergumpal yang semakin mengumpal menahan hasratku dimalam kelam ini.Kukuatkan kayuhan mengejar hasrat yg ada padamu dan ingin kusematkan dihatimu berjuta warna yang indah di cakrawala hanya untukmu

    ReplyDelete