Friday, 2 April 2010

malam meniupkan terompet kejauhan

menikammu dalam bait kasih bisu
terkubur menyentuh tanah terdalam
memuja dalam kawah senja terkembang
senja menyulam langkah kembali mentari
pelukan dewa menggenggammu dalam dewi malam

batasmu mencipta perlahan dan menjauh
langit untaian ayah berdiri menegar
mimpi terus berjalan memulai kelahiran
senja bertukar kepala menjadi fajar kembali
kerinduan kian menjadi bermuara
kemanakah rembulan kemarin dan malam ini
bersarang memikul pucuk cemara bergoyang
lampu lampu pestamu mengulam dentang
bermain cinta di bumimu penuh lumpur

menapaki tebing unkapanmu menggelombang
burung malam meniupkan terompet kejauhan
dipundak kita menyeru kasih berkepanjangan
menembus lubuk hutan kehidupan

kembang dalam keranjang bermekaran
bayangan sepi menunduk waktu mengangguk sepi
kematian buah janji memahat diri
cahaya meredup tonggak kami
kamboja perlahan menggema ditiup sang bayu
rentamu awan beriak dermaga penantian baka
beliamu ditepis sang fana

lubuk hutan kintamani : 1989,

No comments:

Post a Comment