menikammu dalam bait kasih bisu
terkubur menyentuh tanah terdalam
memuja dalam kawah senja terkembang
senja menyulam langkah kembali mentari
pelukan dewa menggenggammu dalam dewi malam
batasmu mencipta perlahan dan menjauh
langit untaian ayah berdiri menegar
mimpi terus berjalan memulai kelahiran
senja bertukar kepala menjadi fajar kembali
kerinduan kian menjadi bermuara
kemanakah rembulan kemarin dan malam ini
bersarang memikul pucuk cemara bergoyang
lampu lampu pestamu mengulam dentang
bermain cinta di bumimu penuh lumpur
menapaki tebing unkapanmu menggelombang
burung malam meniupkan terompet kejauhan
dipundak kita menyeru kasih berkepanjangan
menembus lubuk hutan kehidupan
kembang dalam keranjang bermekaran
bayangan sepi menunduk waktu mengangguk sepi
kematian buah janji memahat diri
cahaya meredup tonggak kami
kamboja perlahan menggema ditiup sang bayu
rentamu awan beriak dermaga penantian baka
beliamu ditepis sang fana
lubuk hutan kintamani : 1989,
No comments:
Post a Comment