Friday, 2 April 2010

selendang memukau mayang menebar

musim kupu-kupu dibentang tanah deras
kembang mengelun dibelantara sungai
mengalir gelombang bait-bait doa
perahu kayu merangkul layar melayu
badai mencumbu gelombang bayang dihati

merentang gema gunturmu mengakasa
pagi tersalibkan menjadi saksi malam
berbicara tentang pohon pengampunan berdosa
menderita kebenaran di lingkaran tuntunan
palung padang pasirmu menggelora menentang dewa
kapalmu telah tenggelam didalam tempurung
asura memberi tangan perlambangan alam

selatanmu diterpa membisu semakin menjauh
teringat kota berpelabuhan dalam rasa
selendang memukau mayang menebar ritme berpacu
pelukmu berakhir waktu mencium bahana
gembala menetas seruling kesunyian
dicelah dedaunan cemerlang lampumu memanggil

dusun sumberjaya: 1994

No comments:

Post a Comment