musim kupu-kupu dibentang tanah deras
kembang mengelun dibelantara sungai
mengalir gelombang bait-bait doa
perahu kayu merangkul layar melayu
badai mencumbu gelombang bayang dihati
merentang gema gunturmu mengakasa
pagi tersalibkan menjadi saksi malam
berbicara tentang pohon pengampunan berdosa
menderita kebenaran di lingkaran tuntunan
palung padang pasirmu menggelora menentang dewa
kapalmu telah tenggelam didalam tempurung
asura memberi tangan perlambangan alam
selatanmu diterpa membisu semakin menjauh
teringat kota berpelabuhan dalam rasa
selendang memukau mayang menebar ritme berpacu
pelukmu berakhir waktu mencium bahana
gembala menetas seruling kesunyian
dicelah dedaunan cemerlang lampumu memanggil
dusun sumberjaya: 1994
No comments:
Post a Comment