setumpuk meniti hempasanmu menjurai dusun
tanah menyerbak gurindam purba menyeringai
dentingan memahat nurani malam menuju malam
garis mu telah terpatahkan ranum ulu hati
memuja relung petikan dawai membahana
pemenuhan dalam lingkaran pusaka menari
membacamu pepatah usang dalam hujan
menatapmu telanjang satu persatu rindu
soneta terpukau rimbun kebun duku
dusun beringin : 1986
me:boeya
No comments:
Post a Comment