Friday, 2 April 2010

tembessu beraroma

memerih berkarat Lambung mendupa
ruh para leluhur menyeruak badik
kian menua kematian cahaya bintang
menyelinap kabut berfajar remang
sisa malam bergelanyut dinding renta

raga membuncah abad putaran dunia
aroma firdaus kudus menampar hati
getahmu mengucur di pohon pohon para
melangkahi jejak menyatu candimu
matahari bernyayi di taman berhati

tembessu : 1984

No comments:

Post a Comment