mata angin purba menisik benang bercermin layang-layang
sejenak awan menggumpal diperaduan kian terbang
para dahan membasuh ujung sutera ranting demi ranting
keheningan mencumbu sekujur kening menguntai acnamu
detakku berteduh melingkari tatapanmu lukisan pohon rindang
Lukisan padang ilalang dipelupuk kuasmu berbulu pedang mata,
bergetar kuala sebutir pertapaan usang kian tersulam maha terdalam
menjelma aksara persembahan gemuruh sang bayu melintasi
oculos confodere
07:03:11:2011
.
No comments:
Post a Comment